Geger di Konawe! RDP Memanas, DPRD Turun Langsung Cek Lokasi dan Minta Pembangunan Pabrik Pemggilingan Beras CV TKS Dihentikan

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rapat tegang Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Konawe bersama DLH dan HAM Sultra terkait dugaan pelanggaran izin bangun pabrik CV TKS di Uepai, Selasa (20/1/2026)

Suasana rapat tegang Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Konawe bersama DLH dan HAM Sultra terkait dugaan pelanggaran izin bangun pabrik CV TKS di Uepai, Selasa (20/1/2026)

Dalam sebuah langkah eksklusif dan mengejutkan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe secara resmi meminta penghentian sementara seluruh aktivitas pembangunan pabrik penggilingan beras milik CV Tani Konawe Sejahtera (TKS) di Kecamatan Uepai. Keputusan tegas ini diambil setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sempat memanas hingga pengecekan lokasi langsung yang mengungkap fakta bahwa perusahaan belum mengantongi dokumen kunci seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL-UPL), meski lahan seluas 1,4 hektare akan dibangun.

Konawe, PERSADA KITA.ID – DPRD Kabupaten Konawe melalui Komisi II mengeluarkan rekomendasi keras setelah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Konawe dan organisasi HAM Sultra, Selasa (20/1/2026). Rapat yang digelar di ruang rapat utama DPRD Konawe ini merupakan tindak lanjut dari aksi demonstrasi HAM Sultra yang menduga adanya cacat prosedur dalam perizinan pembangunan pabrik beras milik CV Tani Konawe Sejahtera (TKS) yang berlokasi di Kecamatan Uepai.

Ketua Komisi II DPRD Konawe, Eko Saputra Jaya, SH, saat memimpin RDP. Ia menegaskan pembangunan pabrik beras milik CV TKS harus dihentikan sementara karena masalah perizinan.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Konawe, Eko Saputra Jaya, SH, dan dihadiri anggota dewan terkemuka seperti Christian Tandabio, Syafrudin, Tam Sati Take, serta Abdul Rahim Lahusi, berlangsung alot. Pasalnya, ini adalah RDP kedua yang digelar. Rekomendasi dari RDP pertama sebelumnya tidak diindahkan oleh pihak perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tidak main-main. Ini RDP kedua karena rekomendasi pertama tidak dilaksanakan. Hasil pengecekan di lapangan, pabrik sudah berdiri di lahan 1,4 hektare. Namun secara aturan, mereka hanya punya SPPL (Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup). PKKPR dan UKL-UPL yang menjadi syarat mutlak untuk lahan seluas itu tidak ada,” tegas Eko Saputra Jaya dengan nada tegas.

Baca Juga:  Gaji Besar di Luar Negeri? Bupati Konawe: Hati-hati Itu Jebakan!
Peninjauan lokasi pembangunan pabrik CV TKS: Anggota Komisi II DPRD Konawe kunjungi langsung area konstruksi pabrik CV TKS di Uepai yang belum memiliki dokumen PKKPR dan UKL-UPL.

Cek Lokasi Eksklusif DPRD

Setelah RDP, rombongan DPRD langsung bergerak cepat menuju lokasi pabrik di Uepai. Dalam peninjauan eksklusif yang ditemani awak media, terlihat jelas konstruksi bangunan pabrik sudah memasuki tahap pendirian tiang pancang dan cor beton. Tidak adanya dokumen PKKPR mengindikasikan bahwa tata ruang dan kesesuaian lahan belum mendapat restu resmi dari pemerintah daerah.

“Dari hasil cek lokasi, kami pastikan aktivitas pembangunan fisik mesti dihentikan dulu. Jangan sampai rakyat dan lingkungan dirugikan. Saya sebagai anak petani sangat mendukung investasi. Pabrik ini bagus untuk menstabilkan harga gabah dan melawan tengkulak. Tapi aturan tetap aturan. Jangan ada investasi yang ‘dipaksakan’ di atas ketidakjelasan hukum,” ujar Eko didampingi anggota Komisi II lainnya.

Sikap Tegas DPRD dan Nasib Petani

Christian Tandabio, salah satu anggota dewan, menambahkan bahwa penghentian sementara ini bersifat preventif. Jika CV TKS tetap membandel, DPRD akan merekomendasikan pencabutan izin prinsip kepada Bupati Konawe.

“Kami mendukung investasi, tapi investasi yang berkeadilan dan berwawasan lingkungan. Jangan sampai petani bahagia karena ada pabrik, tapi justru terkena dampak pencemaran atau sengketa lahan di kemudian hari,” pungkasnya.

DPRD Kabupaten Konawe memastikan tidak akan ada aktivitas pembangunan lanjutan hingga CV TKS melengkapi dokumen PKKPR dan UKL-UPL yang wajib diurus melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta DLH Konawe. JM

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Konawe Incar Investor Raksasa! Bupati Yusran Jajaki Kerjasama Charoen Pokphand untuk Wujudkan Lumbung Pangan
Polres Konawe Turun Tangan Redam Inflasi, Dua Ton Beras Disalurkan dengan Harga Terjangkau
Kado Istimewa untuk Konawe: Anggaberi Sabet Juara I Lomba Kelurahan Se-Sultra, Langkah Kecil Menuju Panggung Nasional
Konawe Menuju Pariwisata Berkelas Dunia, Mudarman: Kolaborasi Menciptakan Ekosistem Pariwisata Berdaya Saing
PT SCM Raih Penghargaan Terbaik I Rehabilitasi DAS se-Sultra Tahun 2026
Paling Stabil! Inflasi Konawe Semester I 2026 Terkendali, Bupati Yusran: Ini Komitmen Bersama
Bupati dan Wakil Bupati Konawe Tegaskan Program GENTING Bukan Sekadar Sosialisasi, Harus Turun ke Lapangan!
Rezeki Tak Tertukar! Tiga Peserta MTQ Sultra 2026 Berhasil Meraih Tiket Umrah dari Tangan Gubernur Bersama Travel Safaroh
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:20 WITA

Konawe Incar Investor Raksasa! Bupati Yusran Jajaki Kerjasama Charoen Pokphand untuk Wujudkan Lumbung Pangan

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:19 WITA

Polres Konawe Turun Tangan Redam Inflasi, Dua Ton Beras Disalurkan dengan Harga Terjangkau

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:16 WITA

Kado Istimewa untuk Konawe: Anggaberi Sabet Juara I Lomba Kelurahan Se-Sultra, Langkah Kecil Menuju Panggung Nasional

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:55 WITA

PT SCM Raih Penghargaan Terbaik I Rehabilitasi DAS se-Sultra Tahun 2026

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:37 WITA

Paling Stabil! Inflasi Konawe Semester I 2026 Terkendali, Bupati Yusran: Ini Komitmen Bersama

Berita Terbaru

Suasana stan Dekranasda Sulawesi Tenggara yang menampilkan beragam produk unggulan dari 17 kabupaten/kota, termasuk tenun motif

EKONOMI & BISNIS

Semangat dari Konawe: Hj Hania Siap Pamerkan Produk Unggulan

Jumat, 10 Jul 2026 - 09:17 WITA

Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, memberikan sambutan di hadapan para peserta workshop. Di latar belakang, terlihat spanduk bertajuk

EKONOMI & BISNIS

Tri Tito Karnavian: Jangan Biarkan Gadget Merenggut Kehangatan Keluarga

Kamis, 9 Jul 2026 - 23:58 WITA