Geger di Konawe! RDP Memanas, DPRD Turun Langsung Cek Lokasi dan Minta Pembangunan Pabrik Pemggilingan Beras CV TKS Dihentikan

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rapat tegang Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Konawe bersama DLH dan HAM Sultra terkait dugaan pelanggaran izin bangun pabrik CV TKS di Uepai, Selasa (20/1/2026)

Suasana rapat tegang Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Konawe bersama DLH dan HAM Sultra terkait dugaan pelanggaran izin bangun pabrik CV TKS di Uepai, Selasa (20/1/2026)

Dalam sebuah langkah eksklusif dan mengejutkan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe secara resmi meminta penghentian sementara seluruh aktivitas pembangunan pabrik penggilingan beras milik CV Tani Konawe Sejahtera (TKS) di Kecamatan Uepai. Keputusan tegas ini diambil setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sempat memanas hingga pengecekan lokasi langsung yang mengungkap fakta bahwa perusahaan belum mengantongi dokumen kunci seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL-UPL), meski lahan seluas 1,4 hektare akan dibangun.

Konawe, PERSADA KITA.ID – DPRD Kabupaten Konawe melalui Komisi II mengeluarkan rekomendasi keras setelah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Konawe dan organisasi HAM Sultra, Selasa (20/1/2026). Rapat yang digelar di ruang rapat utama DPRD Konawe ini merupakan tindak lanjut dari aksi demonstrasi HAM Sultra yang menduga adanya cacat prosedur dalam perizinan pembangunan pabrik beras milik CV Tani Konawe Sejahtera (TKS) yang berlokasi di Kecamatan Uepai.

Ketua Komisi II DPRD Konawe, Eko Saputra Jaya, SH, saat memimpin RDP. Ia menegaskan pembangunan pabrik beras milik CV TKS harus dihentikan sementara karena masalah perizinan.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Konawe, Eko Saputra Jaya, SH, dan dihadiri anggota dewan terkemuka seperti Christian Tandabio, Syafrudin, Tam Sati Take, serta Abdul Rahim Lahusi, berlangsung alot. Pasalnya, ini adalah RDP kedua yang digelar. Rekomendasi dari RDP pertama sebelumnya tidak diindahkan oleh pihak perusahaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami tidak main-main. Ini RDP kedua karena rekomendasi pertama tidak dilaksanakan. Hasil pengecekan di lapangan, pabrik sudah berdiri di lahan 1,4 hektare. Namun secara aturan, mereka hanya punya SPPL (Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup). PKKPR dan UKL-UPL yang menjadi syarat mutlak untuk lahan seluas itu tidak ada,” tegas Eko Saputra Jaya dengan nada tegas.

Peninjauan lokasi pembangunan pabrik CV TKS: Anggota Komisi II DPRD Konawe kunjungi langsung area konstruksi pabrik CV TKS di Uepai yang belum memiliki dokumen PKKPR dan UKL-UPL.

Cek Lokasi Eksklusif DPRD

Setelah RDP, rombongan DPRD langsung bergerak cepat menuju lokasi pabrik di Uepai. Dalam peninjauan eksklusif yang ditemani awak media, terlihat jelas konstruksi bangunan pabrik sudah memasuki tahap pendirian tiang pancang dan cor beton. Tidak adanya dokumen PKKPR mengindikasikan bahwa tata ruang dan kesesuaian lahan belum mendapat restu resmi dari pemerintah daerah.

“Dari hasil cek lokasi, kami pastikan aktivitas pembangunan fisik mesti dihentikan dulu. Jangan sampai rakyat dan lingkungan dirugikan. Saya sebagai anak petani sangat mendukung investasi. Pabrik ini bagus untuk menstabilkan harga gabah dan melawan tengkulak. Tapi aturan tetap aturan. Jangan ada investasi yang ‘dipaksakan’ di atas ketidakjelasan hukum,” ujar Eko didampingi anggota Komisi II lainnya.

Sikap Tegas DPRD dan Nasib Petani

Christian Tandabio, salah satu anggota dewan, menambahkan bahwa penghentian sementara ini bersifat preventif. Jika CV TKS tetap membandel, DPRD akan merekomendasikan pencabutan izin prinsip kepada Bupati Konawe.

“Kami mendukung investasi, tapi investasi yang berkeadilan dan berwawasan lingkungan. Jangan sampai petani bahagia karena ada pabrik, tapi justru terkena dampak pencemaran atau sengketa lahan di kemudian hari,” pungkasnya.

DPRD Kabupaten Konawe memastikan tidak akan ada aktivitas pembangunan lanjutan hingga CV TKS melengkapi dokumen PKKPR dan UKL-UPL yang wajib diurus melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta DLH Konawe. JM

 

Berita Terkait

Disdukcapil Konawe “Jemput Bola” hingga Pelosok: Disabilitas, Lansia, hingga Warga Lapas Dapat KTP
Pengurus Forum UKM-IKM Konawe Ikuti Sosialisasi HKI: Resep Kue hingga Kemasan Kini Bisa Dilindungi Hukum
Silaturahmi Forum UKM-IKM Konawe, Rita Harmasan Papua Siap Fasilitasi Kemudahan Berusaha bagi Pelaku UMKM
Senin Lega! Daging Ayam dan Telur Stabil, Cabai Rawit Kini Rp45 Ribu di Pasar Asinua Unaaha
Video Conference Operasionalisasi KDKMP, dari Desa Mataiwoi: Bupati Konawe Dorong Sinergi Koperasi Merah Putih dan Peternakan
Pascakonsolidasi, Rita Harmasan Papua: Forum UKM-IKM Konawe Siap Jadi Penggerak Bisnis Bukan Sekadar Wadah
Security PT OSS Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Mess Karyawan
Forum Investasi Konawe 2026: Pemda, Pengusaha dan Perbankan Bersatu Dorong Ekonomi Produktif Konawe Bersahaja
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:51 WITA

Pengurus Forum UKM-IKM Konawe Ikuti Sosialisasi HKI: Resep Kue hingga Kemasan Kini Bisa Dilindungi Hukum

Senin, 18 Mei 2026 - 21:27 WITA

Silaturahmi Forum UKM-IKM Konawe, Rita Harmasan Papua Siap Fasilitasi Kemudahan Berusaha bagi Pelaku UMKM

Senin, 18 Mei 2026 - 10:41 WITA

Senin Lega! Daging Ayam dan Telur Stabil, Cabai Rawit Kini Rp45 Ribu di Pasar Asinua Unaaha

Sabtu, 16 Mei 2026 - 23:12 WITA

Video Conference Operasionalisasi KDKMP, dari Desa Mataiwoi: Bupati Konawe Dorong Sinergi Koperasi Merah Putih dan Peternakan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:42 WITA

Fokus di Terminal Baruga, Sultra Kebut Operasional 75 Koperasi Merah Putih Jelang Juli 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:58 WITA

Presiden Prabowo Resmikan Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Jadi Tonggak Bersejarah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:35 WITA

Pascakonsolidasi, Rita Harmasan Papua: Forum UKM-IKM Konawe Siap Jadi Penggerak Bisnis Bukan Sekadar Wadah

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:15 WITA

Forum UKM-IKM Konawe Gelar Konsolidasi Pengurus Baru, Rita Harmasan Papua Pimpin 300 Anggota

Berita Terbaru