STIE 66 Kendari target raih akreditasi Unggul Juli 2026. Kampus ini luncurkan program magang ke Taiwan, kelas jauh, serta RPL untuk pejabat daerah.
Unaaha, PERSADA KITA.ID – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari terus mengukuhkan posisinya sebagai kampus swasta unggulan di Sulawesi Tenggara. Tidak lagi sekadar mengejar jumlah mahasiswa, institusi ini kini berfokus pada peningkatan kualitas akademik dan perluasan akses bagi masyarakat daerah.
Tim Dosen Sosialisasi STIE 66 untuk Maba bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kab Konawe yang diketuai Dr H.Abdul Hakim,SE,MS bersama Dr Asraf, SE, MM, Dr Laode Hamida ,SE, MM dan Dr (cand) Sardiman, SE, S.Pd, MM memaparkan sejumlah terobosan strategis. Dr. Abdul Hakim, S.E., M.S., dan Dr. La Ode Hamida, S.E., M.M secara eksklusif mengungkap peta jalan kampus menuju status “Unggul” di hadapan sejumlah kepala SKPD Pemda Konawe, Minggu (14/6/2026)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Dr. Abdul Hakim menegaskan, ketiga program studi—S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan S2 Magister Manajemen, saat ini telah meraih akreditasi “Baik Sekali”. Target selanjutnya, paling lambat awal Juli 2026, ketiganya akan naik peringkat menjadi “Unggul”.
“Jika sudah unggul, tidak ada lagi perbedaan persepsi antara swasta dan negeri. Masyarakat akan melihat bahwa kualitas kami setara, bahkan dengan program-program internasional,” tegas Abdul Hakim usai acara pelantikan.
STIE 66 tidak main-main dalam merancang kurikulum. Program S2 Magister Manajemen menyediakan tiga konsentrasi: Manajemen Pemasaran, Manajemen Sumber Daya Manusia, serta Manajemen Perbankan dan Keuangan. Sementara itu, S1 Manajemen unggul dengan empat konsentrasi, termasuk Bisnis Internasional yang langka ditemukan di kampus swasta lain di Sultra. Adapun S1 Akuntansi memiliki tiga konsentrasi yakni, Akuntansi Publik, Keuangan, dan Perbankan.

Salah satu daya tarik utama yang menjadi unique selling point (keunggulannya) adalah program magang internasional. STIE 66 secara rutin memberangkatkan mahasiswanya ke Taiwan untuk program magang yang setara dengan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). “Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi benar-benar bekerja di lingkungan industri luar negeri,” ujar Dr. La Ode Hamida.
Lebih jauh, untuk mengakomodasi masyarakat Konawe dan sekitarnya, STIE 66 akan meluncurkan program Kelas Jauh. Mahasiswa tidak perlu lagi menempuh perjalanan panjang ke Kendari setiap hari.
“Kami hadir di sini. Berupaya agar Warga Konawe bisa kuliah tanpa harus datang ke Kendari. Ditambah lagi, ada program RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) di mana jabatan tertentu bisa dikompensasi sebagai mata kuliah, kita tinggal tunggu kebijakan Pemerintah Kabupaten Konawe,” jelas La Ode Hamida.

Untuk urusan biaya, STIE 66 menerapkan sistem pembayaran SPP angsuran yang fleksibel. Hal ini akan sejalan dengan kebijakan program Pemerintah Kabupaten Konawe yang secara aktif memberikan beasiswa kuliah bagi putra-putri daerah yang memilih STIE 66 sebagai tempat menimba ilmu.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati. Kebijakan beasiswa ini sangat meringankan beban orang tua. Harapan kami, kerja sama ini terus berlanjut dan semakin banyak warga Konawe yang menjadi bagian dari keluarga besar STIE 66,” tambah La Ode Hamida.
Berdasarkan data tracer study (sebaran alumni) terbaru, alumni STIE 66 tersebar luas tidak hanya di instansi pemerintah dan swasta di Sulawesi Tenggara, tetapi juga hingga ke Jambi dan Jakarta. Rata-rata lulusan mendapatkan pekerjaan dalam waktu relatif singkat setelah wisuda.
Dr. Abdul Hakim menutup wawancara dengan pernyataan visioner. “Kami di STIE 66 tidak hanya mengajarkan mahasiswa menjadi pekerja. Kami ingin mencetak pencipta lapangan kerja. Lihat saja alumni kami, banyak yang menjadi pengusaha sukses dan birokrat handal.”
Dengan lokasi strategis di pusat Kota Kendari, jadwal perkuliahan fleksibel (pagi, malam, hingga Minggu), dan didukung oleh sekitar 3.000 mahasiswa aktif, STIE 66 optimistis menjadi kampus swasta pilihan utama di Bumi Anoa. JM
















