Dinas Pariwisata Konawe siapkan strategi promosi terintegrasi dan pembentukan UPTD untuk genjot kunjungan wisata
Konawe, PERSADA KITA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe terus mematangkan langkah strategis untuk mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif setempat, berbagai inovasi daerah dan penguatan promosi wisata terintegrasi tengah disiapkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Konawe, Mudarman, S.Sos., M.Si., dalam keterangannya kepada awak media di Unaaha, Kamis (22/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rangka mendukung program inovasi daerah berbasis teknologi, Dinas Pariwisata tengah menyiapkan perangkat sistem informasi untuk mempublikasikan potensi destinasi unggulan kepada masyarakat luas.

Sejumlah objek wisata andalan yang menjadi fokus promosi meliputi kolam air panas Sonai dan Puncak Ahuawali di Kecamatan Puriala. Selain itu, Air Terjun Batu Lapis Garuda di Desa Garuda, Air Terjun Kumapodahu di Desa Lerehoma, Kecamatan Anggaberi, serta Pantai Toronipa dan Pulau Bokori di Kecamatan Soropia yang kedepannya diharap menjadi penopang pendapatan daerah.
Strategi penguatan sektor pariwisata tidak hanya berfokus pada alam, tetapi juga pada penguatan kebudayaan lokal. Dinas Pariwisata memadukan unsur pariwisata dengan kebudayaan untuk memperkuat daya tarik wisata Konawe hingga ke tingkat nasional.
“Salah satu terobosan utamanya, kita merancang kalender event pariwisata dengan target pelaksanaan event setiap bulannya, yang mulai diterapkan tahun 2027 mendatang. kalender event ini diharapkan bisa menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Untuk memaksimalkan pengelolaan, Pemerintah Kabupaten Konawe telah membentuk dua Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) teknis berdasarkan peraturan bupati yang telah disetujui. Kedua UPTD tersebut adalah UPTD Pariwisata Bahari dan UPTD Pariwisata Alam.
UPTD Pariwisata Bahari akan fokus memetakan pengembangan kawasan terintegrasi mulai dari Pulau Bokori, Pulau Saponda, Pantai Toronipa, Batugong (pintu 1), hingga Tambawatu (pintu 2) yang membentang dari Soropia hingga Longgasumeto, dengan pusat pengembangan perikanan terpadu. Sementara itu, UPTD Pariwisata Alam berfokus pada pengembangan agrowisata (agrokultur) dan wisata air terjun.

Sejalan itu, Angin segar bagi pariwisata Konawe datang dari masuknya investasi skala besar. Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika Serikat telah menanamkan investasinya di kawasan wisata Lalonggasumeto dengan membangun berbagai fasilitas vila dan restoran. Pihak terkait juga tengah menjajaki koneksi destinasi dan potensi kerja sama promosi wisatawan bersama Asosiasi Pariwisata Nasional (ASITA).
Sebagai bagian dari evaluasi kesiapan, dinas ini juga telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah titik wisata, termasuk melakukan tinjauan ke Resort Wawo Ventures dan Delisha Resort yang berlokasi di Desa Nii Tanasa. Kedua resort ini menyuguhkan perpaduan sempurna antara keindahan alam pantai dan kenyamanan modern.
Tinjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, fasilitas pendukung, serta kesiapan pihak resort dalam menerima kunjungan wisatawan, sejalan dengan upaya peningkatan kunjungan turis asing ke destinasi wisata Konawe. JM















