“Kami tidak bisa bekerja hanya di pusat layanan kesehatan. Warga binaan adalah bagian dari masyarakat Konawe yang harus terlindungi dari penyakit menular. Skrining ini adalah bentuk kehadiran negara secara nyata sesuai dengan Program Strategis dari Konawe Bersahaja,”
Konawe, PERSADA KITA.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Konawe bergerak cepat mengejar target. Bersama jajaran Puskesmas Tongauna dan Tongauna Utara, Dinkes Konawe menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekaligus skrining Tuberkulosis (TB) dan HIV bagi ratusan warga binaan di Rutan Kelas II B Unaaha, Kamis (1/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data terbaru dari Satu Sehat Indonesiaku, capaian Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Kabupaten Konawe baru menyentuh angka 45,86 persen hingga periode 30 September 2026. Angka tersebut masih berada di bawah target RPJMN/RPJMD 2026 sesuai dengan visi dan misi Konawe Bersahaja yang ditetapkan sebesar 46 persen, meskipun telah melampaui target Triwulan III sebesar 34,50 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, Yones SE MM, menegaskan bahwa intervensi di lingkungan Rutan merupakan strategi jemput bola untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali warga binaan, mendapatkan hak kesehatan yang sama.

“Kami tidak bisa bekerja hanya di pusat layanan kesehatan. Warga binaan adalah bagian dari masyarakat Konawe yang harus terlindungi dari penyakit menular. Skrining ini adalah bentuk kehadiran negara secara nyata sesuai dengan Program Strategis dari Konawe Bersahaja,” tegas Yones di sela kegiatan.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Anwar Kide, merinci jenis pemeriksaan yang diberikan. Mulai dari HIV, TB, Kolesterol, Asam Urat, Gula Darah, Tekanan Darah, pengukuran Berat Badan/Tinggi Badan (BB/TB), hingga pemeriksaan HPV.
“Deteksi dini adalah kunci. Dengan mengetahui status kesehatan mereka sejak awal, kita bisa segera melakukan intervensi dan pengobatan yang tepat. Ini juga mencegah penyebaran penyakit menular di dalam lingkungan Rutan,” ujar Anwar Kide.

Update Grafik Capaian PKG Puskesmas Hingga 30 September 2026
Berdasarkan data Satu Sehat Indonesiaku yang dipaparkan di sela pernyataan Kadis Kesehatan, capaian PKG antar-puskesmas di Kabupaten Konawe menunjukkan disparitas yang cukup tajam.
Puskesmas Puriala memimpin capaian tertinggi dengan angka 64,29 persen, disusul Morosi (61,90 persen) dan Wonggeduku Barat (55,58 persen). Sementara itu, capaian terendah tercatat di Puskesmas Latoma yang baru mencapai 35,04 persen, disusul Besulutu (38,86 persen) dan Anggota (39,43 persen). Puskesmas Kab. Konawe sendiri berada di angka 45,86 persen, tepat di bawah target nasional.
Dengan sisa waktu tiga bulan ke depan, Dinkes Konawe menargetkan percepatan capaian melalui berbagai strategi, termasuk menggencarkan CKG di tempat-tempat khusus seperti Rutan, pesantren, dan komunitas marginal lainnya.
“Kami optimis target 46 persen akan tercapai, bahkan terlampaui. Kuncinya adalah kolaborasi lintas sektor seperti yang kita lakukan hari ini,” pungkas Yones. (JM)















