Harga cabai rawit melonjak dari Rp70.000 menjadi Rp80.000 per kilogram dan bawang putih naik Rp10.000 di Pasar Tutuwi Motaha, Unaaha. Sementara minyak goreng dan gula justru turun. Pedagang sayur, Aco memprediksi fluktuasi masih terjadi pekan depan.
Konawe, PERSADA KITA.ID – Pantauan harga sejumlah bahan pangan pokok strategis di Pasar Tutuwi Motaha, Kelurahan Asinua, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, pada Rabu (17/6/2026) menunjukkan pergerakan harga yang cukup dinamis dibandingkan pekan lalu. Sejumlah komoditas seperti cabai rawit dan bawang putih mengalami kenaikan signifikan, sementara minyak goreng dan gula konsumsi justru menunjukkan tren penurunan.

Harga cabai rawit menjadi salah satu komoditas dengan kenaikan paling mencolok. Pekan lalu, cabai rawit masih dibanderol Rp70.000 per kilogram, namun hari ini melonjak menjadi Rp80.000 per kilogram. Kenaikan serupa terjadi pada bawang putih yang naik dari Rp40.000 menjadi Rp50.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah justru turun dari Rp55.000 menjadi Rp50.000 per kilogram, meskipun harga stabilnya hanya berkisar Rp38.000 per kilogram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk komoditas cabai lainnya, cabai merah turun dari Rp75.000 menjadi Rp70.000 per kilogram, sedangkan cabai keriting turun dari Rp55.000 menjadi Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

Sementara itu, sejumlah komoditas justru menunjukkan tren penurunan. Minyak goreng merek Kunci Mas turun dari Rp25.000 menjadi Rp24.000 per liter, minyak Filma turun dari Rp55.000 menjadi Rp54.000 per 2 liter kemasan, dan minyak merek Minyak Kita turun dari Rp27.000 menjadi Rp25.000 per liter kemasan. Gula konsumsi juga turun dari Rp20.000 menjadi Rp19.000 per kilogram kemasan. Sagu turun dari Rp125.000 menjadi Rp120.000 per zak, dan garam konsumsi turun dari Rp4.000 menjadi Rp3.500 per kemasan.
Harga daging sapi tercatat turun dari Rp150.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Daging ayam ras dijual dengan harga Rp70.000 hingga Rp80.000 per ekor, sementara telur ayam ras naik tipis dari Rp45.000-Rp48.000 menjadi Rp45.000-Rp50.000 per rak.

Untuk komoditas sayuran, wortel mengalami kenaikan dari Rp13.000-Rp18.000 menjadi Rp15.000-Rp20.000 per kilogram, kentang naik signifikan dari Rp20.000 menjadi Rp25.000-Rp30.000 per kilogram, dan buncis naik dari Rp18.000 menjadi Rp20.000 per kilogram. Tomat justru turun dari Rp25.000 menjadi Rp20.000 per kilogram.
Tepung terigu merek Kompas dan Segitiga Biru tetap stabil masing-masing di Rp13.000 dan Rp15.000 per kilogram kemasan. Jagung pipil naik tipis dari Rp6.300 menjadi Rp6.500 per kilogram. Beras kepala bertahan di harga Rp750.000 per 50 kilogram.
Aco, seorang penjual wortel dan kentang asal Kelurahan Tumpas, Kecamatan Unaaha, mengungkapkan bahwa fluktuasi harga masih diprediksi akan terus terjadi ke depan.
“Harga sayuran seperti wortel dan kentang ini memang naik dibanding pekan lalu. Ini karena pasokan dari petani mulai berkurang dan cuaca juga kurang mendukung. Kami perkirakan fluktuasi harga masih akan tetap terjadi ke depannya, apalagi kalau pasokan dari luar daerah terganggu,” ujar Aco kepada awak media di lokasi pasar.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas jual beli di Pasar Tutuwi Motaha terpantau berjalan lancar. Para pedagang berharap pemerintah daerah dapat terus memantau dan menstabilkan harga bahan pokok, terutama menjelang musim panen raya dan hari-hari besar keagamaan yang kerap memicu lonjakan harga. JM
















