Rapat Finalisasi Pinjaman Rp100 M Lebih ke PT SMI, Bupati Yusran Akbar: Jangan Sampai Bangunan Megah, Tapi Pelayanan Rumah Sakit Nol

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., menyampaikan arahan terkait pentingnya kesiapan manajemen rumah sakit sebelum konstruksi selesai. Ia menekankan agar RSUD Pratama Konawe langsung operasional setelah serah terima kunci.

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., menyampaikan arahan terkait pentingnya kesiapan manajemen rumah sakit sebelum konstruksi selesai. Ia menekankan agar RSUD Pratama Konawe langsung operasional setelah serah terima kunci.

Pemkab Konawe dan PT SMI putuskan pembangunan RSUD Pratama Konawe dan Pasar Induk Pangan. Skema angsuran diatur tak membebani APBD 2029-2030.

Konawe, PERSADA KITA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI sepakat untuk memfinalisasi skema pembiayaan dua proyek infrastruktur publik strategis pada tahun 2026. Kesepakatan ini dicapai dalam Rapat Teknis Pembiayaan Pembangunan yang dipimpin langsung oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., bersama Team Leader Divisi Pembiayaan Publik 1 PT SMI, Joan Juliandi Tampubolon, beserta rombongan, di Ruang Rapat Bupati Konawe, Senin (25/5/2026).

Suasana rapat teknis antara Pemkab Konawe dan PT SMI yang digelar di Ruang Rapat Bupati Konawe, Senin (25/5/2026). Bupati Yusran Akbar (tengah) saat pemaparan kepada tim PT SMI terkait skema pencairan pinjaman.

Rapat yang berlangsung alot namun konstruktif tersebut menyepakati dua proyek utama: pembangunan RSUD Pratama Konawe (Tipe D) dan pembangunan Pasar Induk Pangan. Total nilai pinjaman yang digulirkan menembus angka fantastis, dengan rincian pembayaran Rp 66,879 miliar untuk rumah sakit dan rincian pembayaran sebesar Rp 44,089 miliar untuk pasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Yusran Akbar menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk pelayanan masyarakat dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia mengingatkan jajarannya agar tidak terburu-buru, namun tetap fokus pada hasil akhir.

Sekda Konawe, Dr Ferdinand saat memaparkan lokasi Rumah Sakit dengan pertimbangan polusi. Jauh dari industri nikel di Morosi karena radius 5 km terpapar logam berat.

Semetara itu, Sekretaris Daerah Konawe, Dr. Ferdinand, juga memaparkan bahwa lokasi RSUD Pratama Konawe berada di Kecamatan Anggalomoare, sekitar 10 km dari Kota Kendari dan 20 km dari Kawasan Industri Morosi. Lahan seluas 2,3 hektar yang sudah dibebaskan berada di utara jalan nasional, menjadikannya mudah diakses.

“Kami memilih lokasi ini dengan pertimbangan polusi. Jauh dari industri nikel di Morosi karena radius 5 km bisa saja terpapar logam berat, namun dekat dengan tujuh kecamatan di wilayah bawah,” tegas Sekda Ferdinand mengutip arahan Bupati. Desain rumah sakit direncanakan dua lantai dengan konsep vertikal seluas 4.200 meter persegi untuk mengakomodasi 50 tempat tidur (TT). Proyeksi utilisasi tempat tidur mencapai 59% pada tahun 2035, sebuah angka yang dinilai wajar oleh tim PT SMI.

Tidak hanya estetika, Bupati Yusran meminta desain yang ekonomis dan tahan lama. “Jangan buat rumah sakit seperti bangunan biasa. Ini untuk orang sakit. Kalau lihat bangunannya bagus seperti hotel, psikologinya juga ikut enak. Tapi yang utama adalah tahan lama dan pelayanannya nomor satu,” ujar Bupati.

Baca Juga:  Gubernur Sulteng Puji Produk UKM-IKM Konawe, Krispi Bagea Jadi Kebanggaan di Acara Nasional 2026
Gambar desain RSUD Pratama Konawe (Tipe D)

Skema Pembayaran dan Kekhawatiran Suku Bunga

Salah satu poin krusial yang disepakati adalah skema penarikan dan pembayaran pinjaman. Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPD) mengusulkan agar beban pokok dan bunga tidak menumpuk di tahun-tahun terakhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati (2029-2030).

“Kami mohon agar distribusi pengembalian pokok dan bunga tidak menumpuk di 2028-2029. Lebih baik terdistribusi dari awal sedikit-sedikit melalui skema pencairan. Untuk rumah sakit, kami usulkan pencairan lebih besar di tahun 2026 agar bunga bisa berjalan di 2027 dan fisik mencapai 80%,” usul perwakilan TPD.

Bupati Yusran juga menyoroti kenaikan BI Rate yang diprediksi akan mempengaruhi suku bunga pinjaman. “Saya ngecek BI Rate naik. Ini cenderung pasti berpengaruh ke skema pinjaman daerah. Kita akan negosiasikan lagi dengan PT SMI agar bunganya tidak memberatkan,” kelakar Bupati di sela-sela rapat yang disambut anggukan serius para hadirin.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Konawe, Imade Asmaya, yang turut hadir bersama para Ketua Komisi, memberikan dukungan penuh. Ia meminta agar semua informasi terkait pengembalian pinjaman dipaparkan secara transparan sehingga pihaknya bisa menjelaskan kepada masyarakat.

Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya

“Konawe punya rekam jejak pinjaman yang baik. Kita tidak pernah macet. Tapi kami mohon, lokasi rumah sakit harus benar-benar strategis dan pelayanannya optimal. Jangan sampai bangunan megah tapi masyarakat kecewa,” tegas Imade.

Menariknya, dalam rapat tersebut, Bupati Yusran Akbar memutuskan untuk mengganti nama proyek rumah sakit. “Jangan disebut Rumah Sakit Morosi. Nanti kecamatan lain komplain. Saya namakan saja Rumah Sakit Pratama Konawe. Ini identitas kita semua,” putusnya.

dr Ifrad – Health Specialist PT SMI (kiri)

PT SMI berkomitmen tidak hanya mendanai konstruksi. Pihaknya akan mendampingi pembentukan manajemen rumah sakit, termasuk pengurusan izin operasional, kerja sama BPJS, hingga pemenuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dan alat kesehatan. PT SMI juga akan memfasilitasi pertemuan Bupati dengan Dirjen Yankes Kemenkes untuk mencari dukungan insentif alat kesehatan.

Berdasarkan jadwalnya, pematangan lahan akan dimulai Juni 2026. Untuk bangunan dua lantai, konstruksi diperkirakan memakan waktu 4-5 bulan. Dengan skema yang sudah dipetakan, Pemkab Konawe optimistis RSUD Pratama Konawe dan Pasar Induk Pangan dapat segera terealisasi, membawa angin segar bagi pelayanan kesehatan dan perekonomian warga Konawe. (JM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Evaluasi Kinerja Pemkab Konawe 2025, Bupati Yusran: Indeks Kepuasan Masyarakat Dianggap Baik dan Instruksikan Pacu Kinerja Pelayanan Optimal
Bupati Konawe Yusran Akbar Silaturahmi dengan Pedagang UMKM di Area ICP, Serap Aspirasi dan Nikmati Es Kelapa Muda
Bupati Yusran Akbar di HUT RI ke-81: “Sampah Bisa Jadi Berkah, Ini Peluang Kita!”
Forkopimda Konawe Solid! Bupati, Kapolres, dan Kajari Kompak Jaga Stabilitas demi Pembangunan
Paparkan Konawe Bersahaja, Bupati Yusran Sebut PPPK Bukan Sekadar Tenaga Tambahan, Tapi Tulang Punggung Birokrasi
Inflasi 1,49% Konawe Paling Rendah se-Sultra, Bupati Yusran: “Realisasi Pendapatan dari Sektor Pajak Restoran Melesat 88%, Ini Bukti UMKM Bangkit!”
Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono Rajut Sinergi Kuat Bersama Kejari dan DPRD
Capaian PAD Konawe Juli 2026, Andi Tenri: Bapenda Susun Langkah Atasi Bocoran Data dan Regulasi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:30 WITA

Evaluasi Kinerja Pemkab Konawe 2025, Bupati Yusran: Indeks Kepuasan Masyarakat Dianggap Baik dan Instruksikan Pacu Kinerja Pelayanan Optimal

Minggu, 9 Agustus 2026 - 13:23 WITA

Bupati Konawe Yusran Akbar Silaturahmi dengan Pedagang UMKM di Area ICP, Serap Aspirasi dan Nikmati Es Kelapa Muda

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:46 WITA

Bupati Yusran Akbar di HUT RI ke-81: “Sampah Bisa Jadi Berkah, Ini Peluang Kita!”

Selasa, 4 Agustus 2026 - 20:58 WITA

Forkopimda Konawe Solid! Bupati, Kapolres, dan Kajari Kompak Jaga Stabilitas demi Pembangunan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:49 WITA

Paparkan Konawe Bersahaja, Bupati Yusran Sebut PPPK Bukan Sekadar Tenaga Tambahan, Tapi Tulang Punggung Birokrasi

Berita Terbaru