Forum Investasi Konawe 2026: Pemda, Pengusaha dan Perbankan Bersatu Dorong Ekonomi Produktif Konawe Bersahaja

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana diskusi dalam Konawe Investment Business Forum 2026 di Kantor PT BPR Bank Bahtermas Konawe, Rabu (13/5/2026). Tampak Direktur BPR Bank Bahtermas, Dr. Ahmat, SE, MM (kiri), Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, (tengah), Wakil Ketua Kadin Sultra, Sastra Alamsyah (kanan).

Suasana diskusi dalam Konawe Investment Business Forum 2026 di Kantor PT BPR Bank Bahtermas Konawe, Rabu (13/5/2026). Tampak Direktur BPR Bank Bahtermas, Dr. Ahmat, SE, MM (kiri), Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, (tengah), Wakil Ketua Kadin Sultra, Sastra Alamsyah (kanan).

“Investasi menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak seperti PPN dan pendapatan lainnya, serta mendorong transaksi ekonomi lokal. Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan dana transfer dari pusat,”

Konawe, PERSADA KITA.ID – Sebuah forum investasi yang awalnya direncanakan sebagai diskusi santai berubah menjadi agenda strategis dengan gaung luar biasa. “Konawe Investment Business Forum 2026” yang digagas Pemda Konawe, Kadin Sultra, dan BPR Bahtermas sukses mempertemukan para pemangku kepentingan ekonomi di Bumi Anoa, Rabu (13/5/2026).

Acara yang dipandu langsung oleh Direktur BPR Bank Bahtermas, Dr. Ahmat, SE, MM ini dihadiri oleh jajaran komisaris BPR Bahtermas, Wakil Ketua Kadin Provinsi Sulawesi Tenggara, Sastra Alamsyah, Ketua Kadin Konawe Selatan, Ketua Kadin Kota Kendari Fadli, perwakilan Kadin Kolaka, serta sejumlah anggota Kadin Konawe.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur BPR Bank Bahtermas, Dr. Ahmat, ST, MM, memandu jalannya forum. Ia menjelaskan rencana merger 12 BPR menjadi Bank Daerah Sultra pada 2027 dengan target aset Rp1 triliun.

Dalam sambutannya, Dr. Ahmat mengungkapkan rasa syukurnya atas pertemuan strategis ini. Ia menjelaskan bahwa BPR Bahtermas merupakan satu dari 12 BPR yang dibentuk oleh Gubernur dan Bupati. Berdasarkan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seluruh BPR tersebut akan dilebur menjadi satu entitas pada tahun 2027 mendatang.

“BPR Bahtermas akan menjadi Bank Daerah Sultra (BDS), dengan kantor pusat di Kendari atau Konawe. Aset kami saat ini hampir Rp500 miliar, dengan Konawe menyumbang 27 persen atau Rp145 miliar, dan penyaluran kredit di Konawe mencapai Rp116 miliar atau 29 persen,” papar Dr. Ahmat.

Ia mengibaratkan BPR Bahtermas sebagai pesawat ATR (baling-baling) yang mampu menjangkau daerah-daerah khusus, melengkapi Bank Sultra yang berperan sebagai pesawat boing. Pasca-merger, target aset BDS ditetapkan mencapai Rp1 triliun.

“Mimpi kami adalah membangun gedung BPR di Kendari dan Konawe, termasuk Bundaran HI (bundaran Tugu Kalosara) di Konawe. Kami berharap pemerintah daerah dapat membeli saham BPR Bahtermas Konawe untuk meningkatkan peran kami dalam menggerakkan ekonomi,” tambahnya.

Wakil Ketua Kadin Sultra, Sastra Alamsyah

Sementara itu, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Investasi Kadin Sulawesi Tenggara, Sastra Alamsyah, memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, atas kepemimpinannya yang visioner.

“Para pengusaha merasa sangat nyaman berinvestasi di Konawe. Beberapa investasi sudah masuk, termasuk pabrik penggilingan beras, perumahan, dan pabrik susu sari kedelai. Bahkan ada rencana penanaman kedelai lokal di Konawe,” ujar Sastra Alamsyah.

Yang lebih mencengangkan, Sastra mengungkapkan bahwa Kadin Indonesia berencana membawa investor ke Konawe bulan depan dengan potensi investasi mencapai triliun rupiah untuk membangun pabrik, infrastruktur, perhotelan, sektor pertanian, peternakan dan kelautan.

Ia mendorong para pengusaha yang hadir untuk membuka rekening di bank lokal, khususnya BPR Bahtermas, sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian daerah. “Target utama kami adalah membuat teman-teman pengusaha baik dari Jakarta maupun investor daerah dapat merasa nyaman, sekaligus memastikan pengusaha lokal juga betah,” tegasnya.

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, menyampaikan sambutan sekaligus membuka Konawe Investment Business Forum 2026. Ia memaparkan potensi investasi di sektor industri, pariwisata, dan pertanian.

Bupati Yusran: Investasi Ciptakan Lapangan Kerja, Konawe Terbuka Lebar Bagi Investor

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, dalam sambutannya sekaligus membuka forum, menegaskan bahwa investasi adalah kunci pertumbuhan ekonomi daerah.

“Investasi menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak seperti PPN dan pendapatan lainnya, serta mendorong transaksi ekonomi lokal. Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan dana transfer dari pusat,” ujar Yusran.

Bupati Konawe, H Yusran Akbar ST

Bupati Yusran memaparkan potensi besar Konawe di tiga sektor Unggulan yaitu:

Sektor Industri: Konawe memiliki sumber daya nikel dan pabrik di Morosi dan Routa yang menjadi sumber pendapatan utama, digunakan untuk membangun infrastruktur jalan, dekker, box culvert, hingga alun-alun kota.

Sektor Pariwisata: Pemerintah berencana mengembangkan food court untuk UMKM dan taman bermain untuk menarik pengunjung, yang akan meningkatkan siklus keuangan lokal.

Sektor Pertanian: Konawe memiliki 40.000 hektar area potensial untuk persawahan dan perkebunan, termasuk 36.000 hektar sawah. Didukung Bendung Wawotobi yang dapat mengairi 18.000 hektar dan Bendungan Ameroro sekitar 3.600 hektar areal persawahan, Konawe sangat cocok untuk tanaman palawija seperti kedelai.

Yusran juga menyinggung kondisi banjir yang melanda beberapa wilayah. Ia menjelaskan secara teknis perbedaan antara terendam dan tergenang, serta memastikan upaya penanganan telah dilakukan secara masif oleh tim percepatan yang dipimpin Sekda Dr. Ferdinand bersama BPBD dan OPD teknis terkait.

“Kepala daerah harus bersikap “welcome” terhadap pengusaha. Kadin diharapkan menjadi fasilitator dalam program yang membina pengusaha hingga UMKM, menghubungkan petani, perbankan, pemerintah, dan pasar,” pungkas Yusran.

Forum ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti rencana investasi dan merger perbankan (BPR) demi mewujudkan Konawe Bersahaja. JM

Berita Terkait

Gala Dinner di Rumah Jabatan Bupati Konawe: Silaturahmi dan Keakraban Menyambut Temu Karya Nasional
Wamendagri RI Tiba di Sultra, Disambut Pengalungan Tenun Adat Tolaki Oleh Bupati Konawe Yusran Akbar
Rita Harmasan Papua dan Pengurus UKM-IKM Konawe Resmi Dikukuhkan
Gubernur Sulteng Puji Produk UKM-IKM Konawe, Krispi Bagea Jadi Kebanggaan di Acara Nasional 2026
Dari Bumi Anoa untuk Indonesia: Ini Daftar Lengkap Daerah se-Sulawesi Penerima Penghargaan Kemendagri
Tim URC Satreskrim Polres Konawe Tangkap Pelaku Curanmor
Wamendagri Akhmad Wiyagus Tiba di Kendari, Disambut Gubernur dan Forkopimda Sultra
JMSI Sultra keluarkan Surat Edaran: Tegaskan Larangan Pencatutan Nama Organisasi dan Ancam Sanksi Anggota Nakal
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 06:56 WITA

Tim URC Satreskrim Polres Konawe Tangkap Pelaku Curanmor

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:12 WITA

Idul Adha 1447 H di Polres Konawe: 13 Sapi & 1 Kambing Kurban, 2 Ekor Bantuan Kapolri

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:26 WITA

Polda Sultra Tegaskan Penahanan Pendemo Smelter PT SCM Sesuai Bukti dan SOP, Bukan Kriminalisasi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 23:49 WITA

Jembatani Petani, Kapolri Sampaikan Langsung Aspirasi Alsintan dan Pupuk ke Presiden Prabowo

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:33 WITA

Panen Jagung di Tuban, Presiden Prabowo Ibaratkan Kapolri ‘Kapten Kesebelasan’ yang Layak Diperpanjang

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:07 WITA

Wakapolda Sultra Sambut Kepulangan 1 SSK Personel Brimob dari Penugasan Satgas Amole II di Papua: Tugas Mulia di Kawasan PT Freeport

Berita Terbaru

EKONOMI & BISNIS

Rita Harmasan Papua dan Pengurus UKM-IKM Konawe Resmi Dikukuhkan

Selasa, 9 Jun 2026 - 13:25 WITA