Anyaman Rotan & Plastik Daur Ulang Konawe Curi Perhatian di Pameran Desa, Dekranasda Siapkan Pelatihan 2026

- Penulis

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hj. Hania memakai boru dari daun pandan hitam saat mengunjungi stand kerajinan Desa Puudambu — simbol dukungan penuh Dekranasda terhadap produk lokal pada Expo Inovasi Desa di Eks STQ Konawe, Sabtu (8/11/2025)

Hj. Hania memakai boru dari daun pandan hitam saat mengunjungi stand kerajinan Desa Puudambu — simbol dukungan penuh Dekranasda terhadap produk lokal pada Expo Inovasi Desa di Eks STQ Konawe, Sabtu (8/11/2025)

“Potensi seperti ini yang kita cari di desa. Alhamdulillah, program Dekranasda untuk memajukan kerajinan anyaman terus berjalan—dan tahun 2026, kami gelar pelatihan khusus agar nilai ekonominya naik kelas!”

Konawe, PERSADA KITA.ID — Di tengah hiruk-pikuk modernisasi, Konawe membuktikan: kearifan lokal bukan hanya warisan—tapi senjata ekonomi. Pameran Desa Expo Inovasi Pembangunan Desa 2025 di Kawasan STQ Kelurahan Tumpas, Unaaha, menjadi panggung gemilang bagi kerajinan anyaman rotan hingga sampah plastik daur ulang yang mencuri perhatian ribuan pengunjung—bahkan membuat Ketua Dekranasda Konawe, Hj. Hania, langsung terpukau.

Tas elegan dari tali plastik packing, dompet modis dari bungkus sabun bekas, tudung saji berkilau dari rotan lokal, hingga boru (tudung kepala adat) dari daun pandan hitam—semua lahir dari tangan-tangan terampil para pengrajin desa, yang kini menantang pasar global dengan sentuhan ekonomi sirkular dan zero waste.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Dekranasda Konawe, Hj Hania saat berdialog bersama pengrajin.

Revolusi Kerajinan Desa yang Tak Main-Main
Di hari ketiga pameran (Jumat, 7/11/2025), Ketua Dekranasda Konawe, Hj. Hania berjalan menyusuri puluhan stand desa, mengenakan boru khas Konawe—simbol kebanggaan sekaligus komitmen. Ia menyebut apa yang dilihatnya bukan sekadar produk, tapi manifesto kemandirian ekonomi desa.

“Potensi seperti ini yang kita cari di desa. Alhamdulillah, program Dekranasda untuk memajukan kerajinan anyaman terus berjalan—dan tahun 2026, kami gelar pelatihan khusus agar nilai ekonominya naik kelas!”

Hj. Hania di stan desa dan melihat secara langsung Dompet daur ulang dari plastik kemasan sabun — bukti nyata ekonomi sirkular ala perajin Konawe.

Yang mencengangkan, plastik sabun bekas disulap jadi dompet stylish, tali karung packing diubah jadi keranjang premium, dan rotan lokal diukir jadi asbak & tempat tisu bernuansa modern—tanpa kehilangan jiwa tradisi.

Baca Juga:  Bamsoet: Kepemimpinan Generasi Muda Penentu Daya Tahan Indonesia di Era Disrupsi Teknologi dan Geopolitik

Dari Limbah ke Lifestyle: Filosofi Baru UMKM Konawe
Para perajin tak hanya berinovasi—mereka melawan krisis lingkungan dengan kreativitas.

“Kami tidak membeli bahan mahal. Rotan diperoleh dari hutan desa. Plastik dikumpulkan dari rumah warga. Prosesnya lama, tapi hasilnya meaningful—untuk bumi, untuk ekonomi keluarga,” ungkap salah satu pengrajin dari Desa Puudambu.


Meski kerajinan anyaman menuai pujian, Hania jujur mengungkap tantangan terbesar UMKM Konawe:

“Kualitas produk makanan lokal luar biasa, tapi packaging-nya masih belum siap pasar modern. Ini prioritas Dekranasda 2026: pendampingan desain kemasan, food safety, dan branding!”

Ia menegaskan, Dekranasda akan hadir sebagai jembatan antara desa dan pasar, bukan hanya memberi pelatihan—tapi juga membuka akses distribusi ke e-commerce, hotel, hingga pasar ekspor.

Hania Juga Dorong PAUD Merata di 291 Desa
Di balik sorotan kerajinan, Hania—yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD & Ketua TP PKK Konawe—menyoroti kesenjangan layanan pendidikan anak usia dini.

“Ada desa yang sudah punya PAUD lengkap. Tapi masih banyak yang belum. Insya Allah, saya koordinasikan pengadaan sarana dan peningkatan kualitas guru PAUD di seluruh 291 desa.”

Konawe membuktikan: desa bukan daerah tertinggal—tapi laboratorium inovasi. Dengan kolaborasi pemerintah, Dekranasda, dan semangat warga, ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal bukan hanya bertahan—tapi melesat.

Dan tahun 2026? Bersiaplah. Anyaman Konawe diharap tak lagi dipandang sebelah mata—tapi dipajang di etalase pasar dunia. JM

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Resmi Dibuka! MTQ ke-XXXI Sultra di Konawe Dimulai, Sekda Sultra: Tiga Kunci Tema “Insan Qurani Bersahaja”
Bupati Konawe Sambut Hangat Peserta MTQ ke-31 Sultra, Serukan Tiga Pesan Utama
Meriah! Ribuan Kafilah Semarakkan Pawai Ta’aruf dan Kendaraan Hias MTQ XXXI Sultra di Konawe
Bupati Konawe Bersama Ketua DPRD dan Dandim 1417/Kendari Tinjau Lokasi MTQ Sultra Cek Kesiapan Venue hingga Gladi Bersih
Uang Kita Ada! Pemkab Konawe Pastikan Gaji ke-13 ASN Cair Paling Lambat Agustus 2026
Minggu Siang Hari hingga Senin Dini Hari, Wabup Syamsul Ibrahim Terima Kedatangan Delapan Kontingen Kafilah MTQ Sultra
H-2 MTQ XXXI Sultra, Bupati Yusran Akbar Tinjau Eks STQ Unaaha: Pastikan Finalisasi Kesiapan
Menuju MTQ XXXI Sultra di Konawe, Wabup Syamsul Ibrahim: Ini Tanggung Jawab Kita Bersama
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:11 WITA

Resmi Dibuka! MTQ ke-XXXI Sultra di Konawe Dimulai, Sekda Sultra: Tiga Kunci Tema “Insan Qurani Bersahaja”

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:03 WITA

Bupati Konawe Sambut Hangat Peserta MTQ ke-31 Sultra, Serukan Tiga Pesan Utama

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:19 WITA

Meriah! Ribuan Kafilah Semarakkan Pawai Ta’aruf dan Kendaraan Hias MTQ XXXI Sultra di Konawe

Senin, 22 Juni 2026 - 20:00 WITA

Bupati Konawe Bersama Ketua DPRD dan Dandim 1417/Kendari Tinjau Lokasi MTQ Sultra Cek Kesiapan Venue hingga Gladi Bersih

Senin, 22 Juni 2026 - 13:19 WITA

Uang Kita Ada! Pemkab Konawe Pastikan Gaji ke-13 ASN Cair Paling Lambat Agustus 2026

Berita Terbaru