MoU Bersejarah: Konawe, Konsel, dan Kendari Satukan Kekuatan Pangan

- Penulis

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan MoU ketahanan pangan antara Walikota Kendari Siska Karina Imran, Bupati Konawe Yusran Akbar, dan perwakilan Pemkab Konawe Selatan di Hotel Claro Kendari, Selasa (30/9/2025). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis lawan inflasi.

Penandatanganan MoU ketahanan pangan antara Walikota Kendari Siska Karina Imran, Bupati Konawe Yusran Akbar, dan perwakilan Pemkab Konawe Selatan di Hotel Claro Kendari, Selasa (30/9/2025). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis lawan inflasi.

Di tengah tekanan inflasi dan ancaman krisis pangan, tiga daerah di Sulawesi Tenggara—Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Konawe Selatan—mengambil langkah bersejarah. Mereka meneken nota kesepahaman (MoU) strategis untuk membangun ketahanan pangan regional yang saling menguatkan. Bukan hanya soal beras, tapi juga daging, ayam, dan sayuran—semua demi menjaga harga tetap stabil dan perut rakyat tetap kenyang.

KENDARI, PERSADA KITA.ID — Dalam langkah strategis yang jarang terjadi di tingkat daerah, Pemerintah Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Konawe Selatan resmi menjalin kerja sama ketahanan pangan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di sela Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (Forkestra) di Hotel Claro, Selasa (30/9/2025).

MoU ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah komitmen nyata untuk saling menopang kebutuhan pangan antarwilayah—menghubungkan daerah penghasil seperti Konawe dengan pusat konsumsi seperti Kota Kendari—demi menstabilkan harga dan mencegah gejolak inflasi yang kerap menghantam masyarakat menengah ke bawah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penandatanganan MoU ketahanan pangan

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Walikota Kendari Siska Karina Imran, Bupati Konawe Yusran Akbar, ST., dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, disaksikan oleh pelaku usaha, akademisi, dan tokoh masyarakat Sultra.

“Kebutuhan masyarakat Kota Kendari, Konawe Selatan, dan Konawe bisa saling ditopang. Ini bukan hanya soal logistik, tapi soal solidaritas daerah,” ujar Bupati Yusran Akbar usai acara.

Konawe, Lumbung Pangan yang Siap Ekspansi
Bupati Yusran mengungkapkan, pada 2024 produksi gabah kering di Konawe mencapai 226.000 ton—angka yang cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal sekaligus menyuplai daerah tetangga. Namun, ia tidak berhenti di situ.

Baca Juga:  Semester I PAD Konawe Capai 52,81%, Bupati Yusran: Tapi Jangan Sampai Masyarakat Tertekan

“Tahun depan, target kita jauh lebih besar. Kita akan dorong komoditas lain: daging sapi, ayam, hortikultura—semua harus naik kelas,” tegasnya.

Yang lebih mengejutkan, Konawe sedang mempersiapkan 1.600 hektare sawah baru sebagai bagian dari program nasional pencetakan lahan pertanian yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Proyek ini, menurut Yusran, tinggal menunggu perintah final dari pusat.

“Kalau sawah ini aktif, Konawe tak hanya jadi penyangga pangan Sultra, tapi bisa jadi penyangga nasional,” tambahnya penuh keyakinan.

Forkestra: Wadah Kolaborasi, Bukan Sekadar Forum
Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (Forkestra), yang menjadi panggung penandatanganan MoU, disebut Yusran sebagai wadah kolaborasi yang “sangat positif”. Ia menilai, selama ini daerah-daerah cenderung bekerja sendiri-sendiri, padahal potensi sinergi sangat besar.

“Kendari butuh pasokan pangan, Konawe punya lahan dan produksi, Konsel punya potensi peternakan. Kalau kita satukan, inflasi bisa dikendalikan dari akar,” jelasnya.

Walikota Kendari, Siska Karina Imran, menyambut baik kolaborasi ini. “Stabilitas harga pangan adalah prioritas kami. Dengan kemitraan ini, kami bisa memastikan stok aman sepanjang tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Pemkab Konawe Selatan menyatakan siap memperkuat sektor peternakan dan hortikultura sebagai bagian dari ekosistem pangan regional ini.

Terobosan kolaboratif tiga pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara yang menjawab tantangan ekonomi kontemporer: inflasi dan ketahanan pangan. Dengan pendekatan sinergis—menghubungkan daerah penghasil dan konsumen—mereka membuktikan bahwa pemerintahan daerah bisa menjadi solusi, bukan bagian dari masalah.

JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

SPPG Wonggeduku Bantah Isu Tikus, Sebut Bau Saat Sidak Berasal dari Pembersihan IPAL
Dukung Digitalisasi Pajak, Bupati Yusran Akbar Bersama Kepala Daerah dari Berbagai Provinsi Teken Kerja Sama Replikasi SISGITA
Sentuhan Hj Hania di Sendang Mulyasari: Rumah Dilan, Solusi Olahan Sampah dan Pusat Keterampilan Warga
Bupati Konawe Tantang PKK, Rumah Dilan Bersahaja Jadi Jawabannya
Bupati KonaweYusran Akbar: Pertumbuhan 14,94% Bukti Nyata Keberhasilan Ekonomi Daerah
Delapan Bulan Beruntun! Konawe Jawara Inflasi Terendah Se-Sultra
Antisipasi Karhutla, Bupati Konawe Yusran Akbar Perintahkan Pemantauan Titik Rawan
Bupati Konawe Tutup Orientasi PPPK, Sampaikan Pesan Penting untuk Peserta
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 11:42 WITA

SPPG Wonggeduku Bantah Isu Tikus, Sebut Bau Saat Sidak Berasal dari Pembersihan IPAL

Senin, 21 September 2026 - 14:06 WITA

Dukung Digitalisasi Pajak, Bupati Yusran Akbar Bersama Kepala Daerah dari Berbagai Provinsi Teken Kerja Sama Replikasi SISGITA

Kamis, 17 September 2026 - 16:30 WITA

Sentuhan Hj Hania di Sendang Mulyasari: Rumah Dilan, Solusi Olahan Sampah dan Pusat Keterampilan Warga

Senin, 7 September 2026 - 21:25 WITA

Bupati KonaweYusran Akbar: Pertumbuhan 14,94% Bukti Nyata Keberhasilan Ekonomi Daerah

Rabu, 2 September 2026 - 13:41 WITA

Delapan Bulan Beruntun! Konawe Jawara Inflasi Terendah Se-Sultra

Berita Terbaru