Kapolri Tegaskan Polisi Kawal Demonstrasi untuk Jamin Ketertiban, Bukan Batasi Hak

- Penulis

Senin, 29 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan dalam dialog publik di PTIK Jakarta: Kapolri menegaskan komitmen Polri menjaga ruang demokrasi melalui pendekatan humanis saat mengawal demonstrasi.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan dalam dialog publik di PTIK Jakarta: Kapolri menegaskan komitmen Polri menjaga ruang demokrasi melalui pendekatan humanis saat mengawal demonstrasi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kehadiran polisi dalam aksi demonstrasi bukan untuk membungkam suara rakyat, melainkan untuk menjaga ketertiban dan melindungi hak seluruh warga negara. Pernyataan ini disampaikan dalam dialog publik bertema “Penyampaian Pendapat di Muka Umum: Hak dan Kewajiban, Tindakan Anarkistis Menjadi Tanggung Jawab Hukum”

JAKARTA, PERSADA KITA.ID – Di tengah meningkatnya tensi aksi unjuk rasa di berbagai daerah, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan komitmen Polri sebagai penjaga demokrasi, bukan penghalang suara rakyat.

Dalam dialog publik yang digelar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Senin (29/9/2025), Kapolri menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian dalam demonstrasi bertujuan menjaga keamanan, ketertiban, dan hak warga negara lain yang tidak terlibat dalam aksi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kehadiran Polri bukan untuk membatasi, melainkan untuk menjamin agar kegiatan tersebut dapat dijalankan secara aman, tertib, dan tidak mengganggu hak warga negara lainnya,” tegas Kapolri dalam sambutan yang disampaikan melalui rekaman video.

Dialog yang dihadiri tokoh-tokoh kritis seperti akademisi Franz Magnis-Suseno, Rocky Gerung, Direktur Amnesty International Usman Hamid, anggota Kompolnas Mohammad Choriul Anam, serta para akademisi dan aktivis HAM ini menjadi panggung penting untuk memperjelas peran Polri dalam menjaga ruang demokrasi.

Baca Juga:  Bupati Yusran Tinjau Infrastruktur Perkantoran Pemda Konawe, Siapkan Rencana Renovasi

Kapolri mengakui bahwa tidak semua aksi unjuk rasa berlangsung damai. Ia menyebut adanya “penyusupan” oleh kelompok perusuh yang memanfaatkan momentum aksi untuk menciptakan kerusuhan.

“Beberapa kegiatan penyampaian pendapat tidak hanya diikuti oleh pengunjuk rasa, tetapi juga ditumpangi oleh perusuh,” ungkapnya.

Akibatnya, aksi yang awalnya damai berubah menjadi anarkis—memicu kerusakan fasilitas publik, termasuk gedung DPR dan markas kepolisian di berbagai daerah, serta menimbulkan korban jiwa dan trauma sosial.

Namun, Kapolri menegaskan bahwa Polri tidak serta-merta mengambil pendekatan represif. Ia menekankan penerapan pendekatan humanis, dialog, dan keadilan restoratif dalam menangani aksi demonstrasi.

“Kami mengedepankan pelayanan, komunikasi, dan pendekatan persuasif. Tujuannya bukan menindas, tapi memastikan semua pihak bisa menyuarakan pendapat tanpa merusak tatanan sosial,” jelasnya.

Polri juga telah memiliki Perkap No. 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian dan Protap No. 1 Tahun 2010 tentang Penanggulangan Anarkis sebagai pedoman operasional yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM).

Kapolri berharap forum dialog ini menjadi wadah strategis untuk merumuskan gagasan konstruktif demi mewujudkan Polri yang profesional, dekat dengan masyarakat, dan adaptif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Suara kritis rakyat adalah bagian dari check and balances. Polri hadir untuk melindungi, bukan menghambat,” tutupnya. JM

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kapolda Riau: 39 Jembatan Desa Ini Wujud Nyata Pengabdian Polri untuk Rakyat
Rotasi Besar di Polres Konawe: AKBP Noer Alam Lakukan Penyegaran Organisasi Lewat Sertijab
Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Konawe Intensifkan Sosialisasi di Ops Zebra Anoa
Kapolda Sultra, Panen Jagung Bareng Petani: Simbol Kolaborasi Nyata untuk Ketahanan Pangan
Solidaritas di Tengah Badai: Polres & BPBD Konawe Bergerak Cepat Bantu Korban Puting Beliung
Pelantikan Kwarcab Pramuka Konawe 2025–2030: Awali Masa Bakti dengan Retret Bela Negara & Digitalisasi Program
Bupati dan Wabup Konawe Hadiri Penutupan TMMD ke-125: Jalan Baru, Jembatan, MCK, Hingga Harapan untuk Konawe Bersahaja
Pangdam XIV/Hasanuddin Apresiasi Sinergi TNI-Pemkab Konawe: TMMD 125 dan Cetak Sawah 1.400 Ha Jadi Kunci Pembangunan Konawe
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:35 WITA

Kapolda Riau: 39 Jembatan Desa Ini Wujud Nyata Pengabdian Polri untuk Rakyat

Selasa, 12 Mei 2026 - 16:55 WITA

Rotasi Besar di Polres Konawe: AKBP Noer Alam Lakukan Penyegaran Organisasi Lewat Sertijab

Kamis, 20 November 2025 - 19:05 WITA

Tekan Angka Kecelakaan, Satlantas Konawe Intensifkan Sosialisasi di Ops Zebra Anoa

Kamis, 13 November 2025 - 15:07 WITA

Kapolda Sultra, Panen Jagung Bareng Petani: Simbol Kolaborasi Nyata untuk Ketahanan Pangan

Kamis, 30 Oktober 2025 - 14:11 WITA

Solidaritas di Tengah Badai: Polres & BPBD Konawe Bergerak Cepat Bantu Korban Puting Beliung

Berita Terbaru

Bupati Konawe H Yusran Akbar ST (kiri) didampingi Kepala BKPSDM Suparjo (kanan) saat memimpin asesmen 9 ASN. Ia menegaskan mencari sosok berani dan inovatif yang memiliki talenta di Bapenda.

KONAWE

Bupati Konawe Turun Langsung Asesmen 9 ASN, Ini Tujuannya

Kamis, 11 Jun 2026 - 21:30 WITA