Tak Disangka! Dunia Usaha Ini Malah Perhatikan Driver Ojol, Bantuan Langsung Terasa di Rumah
Kendari, PERSADA KITA.ID – Di tengah dinamika ekonomi yang terus bergerak, peran pengemudi ojek online (ojol) sebagai tulang punggung mobilitas dan ekonomi digital semakin tak terbantahkan. Menyadari pentingnya kontribusi mereka, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengambil langkah nyata dengan menyalurkan bantuan sosial berupa 400 karung beras kepada ratusan pengemudi ojol di Kota Kendari, Senin (1/9/2025).

Aksi kemanusiaan ini dilaksanakan di Jalan Syech Yusuf, Kendari, dan langsung disambut antusias oleh para penerima manfaat. Dengan tertib mengantre, para driver ojol menerima bantuan yang tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi simbol apresiasi dari dunia usaha terhadap kerja keras mereka di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Ketua Kadin Sultra, Sastra Alamsyah, menjelaskan bahwa program ini merupakan gagasan Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, sebagai bentuk kepedulian terhadap pekerja sektor informal yang rentan terdampak fluktuasi ekonomi.
“Kami melihat pengemudi ojol ini sebagai pahlawan ekonomi jalanan. Mereka bekerja dari pagi hingga malam, mendukung aktivitas masyarakat, namun sering kali luput dari perhatian. Bantuan beras ini adalah bentuk terima kasih dan dukungan konkret dari Kadin Sultra,” ujar Sastra dalam sambutannya.
Setiap karung berisi 5 kg beras berkualitas, cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan harian bagi keluarga para driver. Banyak dari mereka mengungkapkan rasa syukur dan haru, karena bantuan ini datang di saat kebutuhan hidup terus meningkat.
“Alhamdulillah, sangat membantu. Ini bisa buat makan keluarga di rumah selama beberapa hari. Terima kasih Kadin Sultra, semoga rezekinya lancar,” ungkap Andi Rahman, salah satu driver ojol yang hadir.

Yang menarik, aksi ini bukan sekadar bantuan jangka pendek, melainkan bagian dari visi Kadin Sultra untuk membangun ekosistem ekonomi yang inklusif. Kadin berencana mengembangkan program lanjutan seperti pelatihan kewirausahaan, akses permodalan mikro, dan kolaborasi dengan platform digital untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja.
“Ini baru awal. Kami ingin Kadin tidak hanya menjadi wadah pengusaha, tapi juga agen perubahan sosial. Kita ingin ekonomi tumbuh, tapi juga merata,” tegas Sastra.
Langkah Kadin Sultra ini patut diapresiasi sebagai contoh kolaborasi positif antara dunia usaha dan masyarakat. Di saat banyak pihak menunggu intervensi pemerintah, inisiatif swasta seperti ini membuktikan bahwa kepedulian bisa dimulai dari siapa saja.
Dengan sentuhan humanis dan dampak langsung yang terasa, Kadin Sultra membuktikan bahwa di balik gedung-gedung bisnis, ada hati yang peduli pada rakyat kecil.

Aksi Kadin Sultra ini bukan hanya soal membagi beras, tapi tentang menghargai peran masyarakat kecil dalam ekosistem ekonomi. Di tengah tantangan hidup yang berat, kepedulian seperti ini menjadi penyemangat dan bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan masyarakat bisa menciptakan dampak positif yang luas.
Semoga langkah Kadin Sultra menjadi inspirasi bagi lembaga dan perusahaan lain untuk turut serta dalam membangun masyarakat yang lebih adil, peduli, dan berkelanjutan. JM
















