Pemerintah Mengutuk Keras Aksi Kekerasan di Kab. Yahukimo Papua

- Penulis

Jumat, 11 April 2025 - 21:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Polkam Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan

Menko Polkam Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan

“Pemerintah akan terus melakukan peningkatan pengamanan di daerah-daerah rawan di Papua agar masyarakat dapat segera beraktivitas normal kembali

PERSADA KITA.ID | Jakarta
Pemerintah melalui Kementerian Koordinasi Bidang Politik dan Keamanan mengutuk keras aksi kekerasan yang terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua. Akibat kejadian ini, 11 orang meninggal dunia yang dilakukan oleh oknum bersenjata di Papua.

“Pemerintah mengutuk keras kekerasan yang terjadi di Yahukimo, Papua pada tanggal 5 sampai 8 April 2025 yang mengakibatkan tewasnya 11 orang oleh oknum bersenjata di Papua. Tragedi ini menunjukkan pelaku tidak memiliki rasa kemanusiaan dan melakukan pembunuhan secara sadis dan sporadis,” ujar Menko Polkam Jenderal Polisi (Purn.) Budi Gunawan di Jakarta, Kamis (10/4/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Menko Polkam, aksi teror yang dilakukan oknum bersenjata ini membuat masyarakat ketakutan untuk beraktivitas. “Saat ini, fokus pemerintah adalah melakukan evakuasi para korban dan memulangkannya ke keluarga. Proses evakuasi sempat terhambat karena kondisi geografis dan cuaca di Lokasi,” kata Budi Gunawan.

Mantan Kepala BIN ini menyampaikan, sejak kejadian, Menko Polkam telah mendorong Jajaran Polkam untuk mengambil langkah-langkah segera dalam rangka evakuasi korban dan peningkatan pengamanan. Hal ini disampaikan melalui rapat koordinasi yang dihadiri pejabat tinggi di Lingkungan Kemenko Polkam serta Kementerian dan Lembaga terkait seperti Kemendagri, TNI, Polri, BIN, Komdigi, PMK, KSP, dan PCO untuk mengambil langkah-langkah penanganan kekerasan di Papua.

Baca Juga:  Prabowo Geram, Perintahkan Pembangunan 300 Ribu Jembatan: "Anak-anakku Sabar, Saya Sedang Bekerja!"

“Pemerintah akan terus melakukan peningkatan pengamanan di daerah-daerah rawan di Papua agar masyarakat dapat segera beraktivitas normal kembali, serta meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat di Papua untuk tidak memberikan ruang terhadap pihak-pihak yang melakukan kekerasan di Papua,” kata Menko Polkam.

Menko menegaskan, Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua dan tidak memberikan ruang bagi para pelaku teror, serta terus melakukan penegakan hukum kepada pihak-pihak yang terlibat.

“Pemerintah menyampaikan duka yang mendalam. Semoga para korban tenang di sisi Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga korban yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Menko Polkam Budi Gunawan.

Sebelumnya, Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol. Faizal Rahmadani mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil mengetahui identitas enam pendulang emas yang menjadi korban pembunuhan KKB.

Keenam pendulang emas yang identitasnya sudah didapatkan tersebut antara lain Aidil, Sahruddin, Stenli, Wawan, Feri, dan Bungsu, sementara lima lainnya masih belum diketahui.

“Identitas para korban itu diperoleh dari para pendulang yang selamat dari aksi penyerangan dan pembunuhan para pendulang di pedalaman Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan,” kata Faizal di Jayapura

Berita Terkait

Resmi! Jemi Syafrul Imran Dilantik, Bupati Yusran Akbar Ingatkan Tanggung Jawab Moral di Hadapan Tuhan
Wakil Bupati Syamsul Ibrahim Paparkan RAPBD 2026, Cetak Biru Anggaran untuk Wujudkan Konawe Bersahaja
Prabowo Tegas, Bamsoet Dukung Penuh: Ini 5 Langkah Strategis yang Diapresiasi
Kenaikan Anggaran Fantastis: APBD Konawe Tembus Rp1,9 Triliun, Sinyal Pembangunan Melonjak
Resmi Diketok! RPJMD Konawe 2025-2029 Jadi Peta Jalan Pembangunan, Bupati Yusran Siapkan 6 Strategi Transformasi
Bhayangkara Sport Day Dibuka, Kapolri Tegaskan Soliditas APH untuk Indonesia
Kunjungan GEMA-HUTBA Dengan UT Bandung ke MK: Membumikan Konstitusi dalam Nalar Mahasiswa
Bupati Konawe Pelopori Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Industri Nikel dan BLK di Sulawesi Tenggara
Berita ini 9 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 15:55 WITA

Panen Raya Kemenimipas Cetak Rekor 123 Ton, Konawe Jadi Pusat Kontribusi di Sultra

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:43 WITA

Hari Desa Nasional, Bupati Konawe Sampaikan Apresiasi dan Lima Kunci Sukses untuk Kades

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:51 WITA

Cek Kesehatan Gratis dan Posyandu, Tim Puskesmas Unaaha Bawa Harapan Sehat untuk Warga Kelurahan Unaaha

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:07 WITA

Puskesmas Anggaberi Gelar Cek Kesehatan Gratis, Wujudkan Konawe Bersahaja di Bidang Kesehatan

Senin, 12 Januari 2026 - 21:45 WITA

Konawe Bergerak Cepat: Dinsos Turun Langsung Usai Puting Beliung Porak-Porandakan Saponda Laut

Senin, 12 Januari 2026 - 12:13 WITA

Bupati Yusran Akbar Tekankan Inovasi dan Evaluasi Ketat Capaian Kinerja OPD Konawe di Awal 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:22 WITA

Bupati Konawe Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Sultra Perkuat Jaminan Pekerja Rentan

Jumat, 9 Januari 2026 - 13:22 WITA

Bupati Yusran Akbar Pimpin Langsung Kebut 24 Jam: Taman hingga Lampu Penerangan dan Jaringan Internet di KNMP Sorue Dibenahi Total untuk Prabowo

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x