Sangat menantang sekaligus mengasyikkan menyutradarai adegan dengan banyak komedian sekaligus
Konawe, PERSADA KITA.ID – Lokasi syuting di Kelurahan Andabia berubah menjadi arena “pertarungan” metafisik yang justru penuh kelucuan, Rabu (11/2/2026). Di hari ketujuh pengambilan gambar, film horor komedi garapan sutradara Irham Acho Bachtiar menghadirkan adegan puncak komedi dengan mempertemukan para komedian ternama dan karakter lokal dalam sebuah adegan “perang dukun” yang dipastikan bakal memecah tawa penonton.

Ali Murdani sebagai Kepala Desa yang bijaksana, Rully Sarjana sebagai Ege dengan keluguannya, dan Ater sebagai Sapri yang ceplas-ceplos, harus berhadapan dengan trio “dukun” tangguh. Mereka adalah Arfan Sulseltara (Brocil) sebagai dukun dari Selatan, Alkes sebagai dukun dari seberang pulau, dan Herman Bubuta sebagai dukun lokal Konawe. Pertemuan enam karakter dengan latar belakang dan gaya komedi yang berbeda ini menciptakan chemistry yang spontan dan jenaka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sangat menantang sekaligus mengasyikkan menyutradarai adegan dengan banyak komedian sekaligus. Masing-masing punya warna dan timing komedi yang unik. Ali Murdani dengan kelucuan otoritatifnya, Rully dengan ekspresi khasnya, Ater dengan gaya blak-blakannya, lalu ditambah dengan tiga ‘dukun’ dengan karakter fisik dan logat yang sangat kuat. Improvisasi mereka di lokasi seringkali melampaui skrip dan itu justru emas bagi film kita,” ujar Irham Acho Bachtiar.

Yang membuat hari syuting ini semakin spesial, adalah kunjungan ulang Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST. Usai melakukan monitoring kondisi infrastruktur jalan di wilayah Anggaberi, termasuk meninjau akses menuju destinasi wisata alam Air Terjun Kumapodahu di Desa Lerehoma, Bupati menyempatkan diri kembali ke lokasi shooting di Andabia. Kedatangannya kali ini bertepatan dengan pengambilan adegan komedi terpanas tersebut.
“Saya sengaja mampir lagi karena dengar hari ini ada adegan yang seru. Ternyata benar, langsung disuguhi pertunjukan komedi langsung dari para master. Ini luar biasa. Melihat potensi lokal kita, baik tempat maupun orang-orangnya, bisa dikolaborasikan dengan talenta nasional dan menghasilkan karya seperti ini, membuat saya semakin optimis dengan sektor kreatif di Konawe,” kata Bupati Yusran sambil tersenyum menikmati proses syuting.

Arfan Sulseltara atau Brocil, mengungkapkan kebanggaannya bisa terlibat. “Ini pengalaman pertama main film bersama pemain berbakat. Suasana dan dukungannya lain. Apalagi didukung langsung oleh Pak Bupati, rasanya kita benar-benar dihargai. Adegannya seru, kita saling lempar karakter dan ekspresi. Dijamin ketawa ngakak,” ujar komedian asal Sulawesi Selatan itu.

Shooting hari ketujuh ini semakin mengukuhkan film ini sebagai melting pot komedi Nusantara, yang tetap berakar pada konflik drama keluarga dan horor urban legend di Bumi Kalosara. Kolaborasi antar-komedian dari berbagai daerah ini diharapkan dapat menjangkau pasar penonton yang lebih luas dan beragam. JM















