Disdukcapil Konawe mencatat 226 dokumen kependudukan terekam dalam layanan jemput bola di hari kedua Festival Bahari 2026, Pantai Lalimbue.
Konawe, PERSADA KITA.ID – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Konawe mencatat sebanyak 226 dokumen administrasi kependudukan berhasil direkam dalam layanan jemput bola pada Kemah Bakti Festival Wisata Bahari Bersahaja 2026 di Pantai Lalimbue, Desa Lalimbue, Kecamatan Kapoiala, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini berlangsung selama tiga hari, 28–30 Agustus 2026, dengan sekitar 5.000 peserta dari berbagai kecamatan. Disdukcapil Konawe memanfaatkan momentum tersebut untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat pesisir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Disdukcapil Konawe, Djabal Nur Moita menyatakan bahwa layanan “Jemput Bola” merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada warga yang kesulitan mengurus dokumen kependudukan, terutama di wilayah yang jauh dari ibu kota kabupaten.

Rincian pelayanan yang diberikan pada hari kedua meliputi, Pembuatan Kartu Keluarga (KK) baru sebanyak 64 orang, Perekaman Akta Kelahiran dan Akta Kematian sebanyak 53 orang, Perekaman KTP baru pada 32 orang, Cetak ulang KTP karena rusak dan hilang mencapai 50 orang dan Identitas Kependudukan Digital (IKD/KTP Digital)berkisar 27 orang
Pada layanan ini, Disdukcapil Konawe menerjunkan sebanyak 15 orang staf dalam layanan yang menyasar sejumlah kecamatan di wilayah pesisir, di antaranya Kecamatan Bondoala, Morosi, dan Kapoiala, Soropia dan warga Kecamatan Lalonggasumeeto.

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Dr. Ferdinand, menyerahkan secara langsung KTP hasil perekaman kepada warga di area Kemah Bakti Festival Wisata Bahari Bersahaja 2026 itu.
Ia menyampaikan apresiasi atas program Disdukcapil yang menghadirkan layanan kepada warga di tengah kegiatan festival. “Akurasi data kependudukan menjadi kunci sukses pelayanan sosial dan pembangunan daerah. Kami mendukung penuh upaya jemput bola Disdukcapil agar seluruh warga Konawe memiliki identitas resmi,” ujar Sekda Ferdinand usai penyerahan KTP bagi salah satu warga.

Ahmad Al Ghifari (20), penduduk Desa Rapambinopaka, mengaku bersyukur dan sangat terbantu dengan kehadiran petugas Disdukcapil di Pantai Lalimbue. Menurutnya, jarak tempuh menuju Kota Unaaha—ibukota Kabupaten Konewe—yang cukup jauh dari desanya menjadi kendala utama selama ini.

Hal serupa disampaikan Novilia Basrin (2006), warga Desa Lamendora, Kecamatan Kapoiala. Ia menilai program pelayanan jemput bola sangat memudahkan masyarakat pesisir yang selama ini cenderung kesulitan mengakses layanan administrasi kependudukan.
Kepala Disdukcapil Konawe, Djabal Nur Moita kepada awak media menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen memperluas jangkauan pelayanan ke daerah-daerah terpencil dengan inovasi berbasis teknologi mobile yang dikenal dengan program “Jemput Bola” (Jebol).
“Dengan datang langsung di Kemah Bakti Festival Wisata Bahari Bersahaja 2026, kami berupaya memangkas biaya dan waktu yang harus dikeluarkan masyarakat, sekaligus kehadiran pemerintah memperkuat komitmen visi-misi dan program strategis Konawe Bersahaja dalam pemerataan pelayanan bagi masyarakat di wilayah terpencil dan terluar di Kabupaten Konawe,” ujarnya.
Kegiatan Kemah Bakti dan Festival Wisata Bahari Bersahaja 2026 sendiri diisi dengan berbagai agenda sosial, bazar UMKM, pasar murah, edukasi kebencanaan, hingga perlombaan tradisional seperti tarik tambang, voli pantai, dan festival bakar ikan. Pemerintah Kabupaten Konawe menjadikan ajang ini sebagai momentum memperkenalkan potensi wisata pesisir sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. JM
















