Lima Pendaki Asal Cianjur dan Bandung Jalani Ekspedisi “Triple S”: Menyusuri Gunung Slamet, Sindoro, dan Sumbing

- Penulis

Jumat, 11 April 2025 - 18:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PERSADAKITA.ID, Wonosobo, 8 April 2025 — Lima pendaki asal Cianjur dan Bandung tengah menjalankan sebuah ekspedisi ambisius bertajuk Triple S, yaitu misi pendakian tiga gunung besar di Jawa Tengah: Slamet, Sindoro, dan Sumbing. Misi ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap kekayaan alam dan semangat eksplorasi yang membara.

Tim pendaki terdiri dari Asep Supriana Nugraha dan Willy Herman dari Cianjur, serta Diarly Agli, Ariaska, dan Sopiyanti dari Bandung. Mereka memulai petualangan dengan menaklukkan Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah, sebagai langkah awal dari rangkaian misi.

Setelah sukses mendaki Gunung Slamet, tantangan selanjutnya adalah Gunung Sindoro. Pada tanggal 7 hingga 8 April 2025, tim ini berhasil mencapai puncak Sindoro, sebuah prestasi yang patut diapresiasi mengingat medan yang cukup terjal dan kondisi cuaca yang berubah-ubah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keberhasilan ini menjadi titik penting dalam misi mereka. Gunung Sindoro, dengan ketinggian 3.150 meter di atas permukaan laut, menawarkan jalur yang cukup menguras tenaga dengan kombinasi tanjakan panjang dan jalur berbatu. Namun, kerja sama tim yang solid dan semangat pantang menyerah membawa mereka hingga ke puncak dengan selamat.

“Mencapai puncak Sindoro adalah momen yang sangat emosional bagi kami. Di atas sana, kami merasa semua usaha dan lelah selama perjalanan benar-benar terbayar lunas oleh pemandangan yang luar biasa,” ujar Asep Supriana Nugraha.

Baca Juga:  Enam Pendaki dari Empat Daerah Sukses Tuntaskan Pendakian Ekstrem Gunung Salak via Jalur Ajisaka

Dari puncak Sindoro, para pendaki disuguhi panorama alam yang luar biasa: hamparan awan, siluet Gunung Sumbing di kejauhan, serta langit fajar yang perlahan memerah. Momen tersebut tak hanya memperkuat semangat tim, tetapi juga memperkuat tekad mereka untuk melanjutkan misi.

Namun, rencana awal untuk melanjutkan pendakian ke Gunung Sumbing harus mengalami perubahan. Kondisi cuaca yang tidak stabil, disertai prediksi hujan dan angin kencang, membuat tim memutuskan untuk menunda pendakian demi keselamatan.

“Keselamatan selalu menjadi prioritas kami. Kami tetap ingin menyelesaikan misi Triple S, namun harus menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan,” lanjut Asep.

Sebagai alternatif, mereka memilih menjelajahi Gunung Prau dan Gunung Bismo yang tidak kalah menarik dan lebih memungkinkan untuk didaki dalam kondisi cuaca saat ini. Kedua gunung tersebut dikenal dengan pemandangan matahari terbit yang memesona dan jalur pendakian yang relatif bersahabat.

Meski mengalami perubahan rencana, semangat para pendaki tidak surut. Mereka tetap menganggap setiap pendakian sebagai pengalaman berharga dan bagian penting dari ekspedisi mereka. Pendakian ke Gunung Sumbing direncanakan akan dilanjutkan saat cuaca lebih bersahabat.

Ekspedisi Triple S menjadi cerminan ketekunan, semangat, dan penghormatan terhadap alam. Tak hanya sekadar menaklukkan gunung, para pendaki ini juga menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi tantangan dan fleksibilitas dalam mengambil keputusan di tengah ketidakpastian.

Berita Terkait

Kunjungan GEMA-HUTBA Dengan UT Bandung ke MK: Membumikan Konstitusi dalam Nalar Mahasiswa
Enam Pendaki dari Empat Daerah Sukses Tuntaskan Pendakian Ekstrem Gunung Salak via Jalur Ajisaka
Wamendag Roro Lepas Ekspor Perdana Sekam Bakar ke Belanda, Pacu Pasar Produk Pertanian Nasional
Perkuat Kolaborasi dan Swasembada Pangan Nasional, Panglima TNI Dampingi Presiden RI Panen Raya Serentak
Panen Raya Serentak di 14 Provinsi, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Wujudkan Kedaulatan Pangan
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 15:39 WITA

Puskesmas Unaaha Target Periksa 26.083 Jiwa PKG Gratis, Kapus: Kami Butuh Tambahan Mobil Dinas dan Stok strip Gula Darah Tambahan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:57 WITA

Abutment Jembatan Awuliti-Asaki Rusak Parah, Konawe Kerahkan Alat Berat Sebelum Putus Total

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:21 WITA

Menuju MTQ XXXI Sultra 2026, Konawe Latih Ratusan Petugas di 12 Cabang Lomba Sekaligus

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:19 WITA

Bukan Sekadar Angka: Konawe Buktikan Diri sebagai Kabupaten Layak Anak dengan Raih Skor 128 di Tengah 17 Daerah

Senin, 4 Mei 2026 - 13:42 WITA

MTQ XXXI Sultra di Konawe Diundur karena Ujian Nasional, Target Juara 1 Dicanangkan

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:48 WITA

Gelora UKW Perdana di Konawe: Puluhan Wartawan Asah Mental Jelang Uji Kompetensi

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:55 WITA

Momentum Hari Buruh, Bupati Konawe Beri Apresiasi Pekerja Teladan di PT OSS Morosi

Kamis, 30 April 2026 - 16:45 WITA

Siap Jadi Tuan Rumah Rakordes Nasional, Wakil Bupati Konawe Matangkan Persiapan dengan Libatkan Kemendagri dan Seluruh OPD

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x