Bupati Konawe Yusran Akbar Tinjau Lahan Sawah Terancam Gagal Panen Akibat Kurangnya Pasokan Air di Kecamatan Uepai 

- Penulis

Minggu, 6 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Konawe, Yusran Akbar, mendatangi lokasi persawahan di Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang terancam gagal panen akibat kurangnya pasokan air. Kunjungan ini dilakukan untuk memantau langsung kondisi lahan pertanian warga yang hingga kini belum bisa ditanami padi, meski berada di dekat Bendungan Ameroro, Minggu (6/4/2025).

Bupati Konawe, Yusran Akbar, mendatangi lokasi persawahan di Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang terancam gagal panen akibat kurangnya pasokan air. Kunjungan ini dilakukan untuk memantau langsung kondisi lahan pertanian warga yang hingga kini belum bisa ditanami padi, meski berada di dekat Bendungan Ameroro, Minggu (6/4/2025).

“Indikasi permasalahannya adalah debit air ke persawahan sangat lemah karena tersumbat sampah di saluran irigasi,”

UNAAHA|(persadakita.id)

Bupati Konawe, Yusran Akbar, mendatangi lokasi persawahan di Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang terancam gagal panen akibat kurangnya pasokan air. Kunjungan ini dilakukan untuk memantau langsung kondisi lahan pertanian warga yang hingga kini belum bisa ditanami padi, meski berada di dekat Bendungan Ameroro, Minggu (6/4/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ilham Jaya dan Kasi SDA Ali Imran, Bupati Yusran mengecek area persawahan sekaligus berkoordinasi dengan petani setempat guna mengetahui kendala yang dihadapi. Setelah berdialog dengan warga, rombongan bersama para petani memeriksa sejumlah titik saluran irigasi untuk mengidentifikasi penyebab terhambatnya aliran air ke lahan pertanian.

Sampah dan Pendangkalan Jadi Penyebab Utama

Hasil pemantauan di Desa Ameroro, Olo-oloho, dan Desa Uepai menunjukkan bahwa masalah utama gagal panen adalah adanya tumpukan sampah, pendangkalan, serta penyempitan saluran irigasi akibat rumput liar. Hal ini menyebabkan debit air yang mengalir ke sawah sangat lemah.

Baca Juga:  Bupati Yusran Akbar Tekankan Inovasi dan Evaluasi Ketat Capaian Kinerja OPD Konawe di Awal 2026

“Indikasi permasalahannya adalah debit air ke persawahan sangat lemah karena tersumbat sampah di saluran irigasi, Selain itu, kami juga menemukan ada perluasan lahan sawah yang belum dilaporkan datanya” ungkap Yusran Akbar.

Koordinasi Cepat dengan BWS untuk Perbaikan Irigasi

Usai meninjau lokasi, Bupati Yusran langsung berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) guna membahas pemeliharaan jaringan irigasi di Kabupaten Konawe. Ia menekankan pentingnya penanganan cepat agar petani bisa segera memulai masa tanam.

“Hari ini kami sudah berkoordinasi dengan Kepala BWS untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan air, agar petani bisa segera mengolah sawah untuk persiapan tanam,” tegas Yusran.

Diharapkan, langkah cepat pemerintah daerah dan dukungan BWS dapat mengatasi krisis air di Kecamatan Uepai, sehingga petani tidak mengalami kerugian lebih besar akibat gagal panen. JM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kemarau Panjang, BPBD Konawe Suplai Air Bersih Darurat ke Meluhu dan Muara Sampara
LIRA Konawe Dikukuhkan, Andi Ifitra Porondosi Pegang Mandat 2026-2031
SPPG Wonggeduku Bantah Isu Tikus, Sebut Bau Saat Sidak Berasal dari Pembersihan IPAL
Dukung Digitalisasi Pajak, Bupati Yusran Akbar Bersama Kepala Daerah dari Berbagai Provinsi Teken Kerja Sama Replikasi SISGITA
Liga PAN Mobile Legend Brother Afdhal 2026 Resmi Digelar, 62 Tim Berebut Total Hadiah Rp15 Juta
Sentuhan Hj Hania di Sendang Mulyasari: Rumah Dilan, Solusi Olahan Sampah dan Pusat Keterampilan Warga
Bupati Konawe Tantang PKK, Rumah Dilan Bersahaja Jadi Jawabannya
Bupati KonaweYusran Akbar: Pertumbuhan 14,94% Bukti Nyata Keberhasilan Ekonomi Daerah
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 16:18 WITA

Kemarau Panjang, BPBD Konawe Suplai Air Bersih Darurat ke Meluhu dan Muara Sampara

Minggu, 27 September 2026 - 10:21 WITA

LIRA Konawe Dikukuhkan, Andi Ifitra Porondosi Pegang Mandat 2026-2031

Jumat, 25 September 2026 - 11:42 WITA

SPPG Wonggeduku Bantah Isu Tikus, Sebut Bau Saat Sidak Berasal dari Pembersihan IPAL

Sabtu, 19 September 2026 - 21:44 WITA

Liga PAN Mobile Legend Brother Afdhal 2026 Resmi Digelar, 62 Tim Berebut Total Hadiah Rp15 Juta

Kamis, 17 September 2026 - 16:30 WITA

Sentuhan Hj Hania di Sendang Mulyasari: Rumah Dilan, Solusi Olahan Sampah dan Pusat Keterampilan Warga

Berita Terbaru