Pemerintah daerah berkomitmen untuk hadir memastikan bahwa setiap anak di Konawe mendapatkan haknya atas makanan bergizi dan lingkungan yang sehat.
Unaaha, PERSADA KITA.ID – Pemerintah Kabupaten Konawe menunjukkan komitmennya yang luar biasa dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan Sosialisasi Edukasi Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang digelar di Hotel Grand Nugraha, Unaaha, Kamis (12/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengusung tema yang sangat relevan dengan tantangan pembangunan kesehatan saat ini, “Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas dengan Makan Bergizi Gratis”, kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah daerah menekan angka stunting, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan mempersiapkan generasi penerus yang tangguh, sehat, dan cerdas. Kehadiran langsung Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T., didampingi Ibu Bupati Konawe Hj. Hania, S.Pd., M.Pd., Gr., serta PLT Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Mudarman, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa isu gizi dan pola hidup bersih adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi.

Hotel Grand Nugraha yang biasanya menjadi tempat acara formal, pada hari itu berubah menjadi pusat edukasi dan diskusi interaktif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Hadir sebagai peserta dalam sosialisasi tersebut antara lain para tenaga kesehatan dari puskesmas se-Kabupaten Konawe, para guru dan tenaga pendidik, kader PKK, tokoh masyarakat, serta perwakilan ibu rumah tangga dari berbagai kecamatan. Mereka semua duduk bersama dengan satu tujuan: menyerap ilmu dan informasi terkini tentang pentingnya gizi seimbang serta perilaku hidup bersih yang harus ditanamkan sejak dini, baik di lingkungan rumah tangga, sekolah, maupun masyarakat luas.

Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T., dalam sambutan sekaligus arahannya, menekankan bahwa persoalan gizi buruk dan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan masalah bersama yang membutuhkan gotong royong seluruh komponen bangsa. Ia menyoroti masih adanya temuan anak-anak dengan status gizi kurang di beberapa wilayah Konawe, yang jika tidak ditangani serius akan berdampak pada masa depan mereka.

“Generasi yang sehat dan cerdas tidak lahir secara instan. Ia adalah hasil dari investasi panjang yang dimulai dari kandungan, masa balita, hingga remaja. Pemerintah daerah berkomitmen untuk hadir memastikan bahwa setiap anak di Konawe mendapatkan haknya atas makanan bergizi dan lingkungan yang sehat. Program makan bergizi gratis yang kita canangkan hari ini adalah wujud nyata dari komitmen tersebut, dan saya ingin program ini berjalan berkelanjutan, bukan hanya seremonial belaka,” tegas Yusran Akbar dengan penuh semangat, disambut aplaus meriah dari seluruh peserta.
Sementara itu, Ibu Bupati Konawe Hj. Hania, S.Pd., M.Pd., Gr., yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan dan anak, memberikan materi penguatan terkait peran vital keluarga, khususnya ibu, dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan gaya penyampaian yang hangat dan komunikatif, ia mengajak para ibu yang hadir untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. “Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Jika ibunya sehat, pintar mengatur gizi keluarga, dan rajin menjaga kebersihan lingkungan, maka anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Mari kita mulai dari hal-hal kecil: biasakan cuci tangan pakai sabun, konsumsi sayur dan buah setiap hari, serta rutin memeriksakan tumbuh kembang anak ke posyandu,” pesan Hj. Hania yang juga seorang pendidik profesional ini.
PLT Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Mudarman, S.Sos., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian panjang program prioritas daerah di bidang kesehatan dan sumber daya manusia. Pemerintah Kabupaten Konawe, melalui dinas terkait, akan terus menggencarkan edukasi ke seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa. “Kami tidak hanya berhenti di sosialisasi. Akan ada program-program lanjutan seperti pendampingan keluarga berisiko stunting, pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, serta inspeksi sanitasi lingkungan secara berkala. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan, kader PKK, dan tokoh masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini,” jelas Mudarman.
Sepanjang acara berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti sesi demi sesi. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi dengan para narasumber yang didatangkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, ahli gizi, serta praktisi pendidikan. Tidak hanya teori, peserta juga diajak praktik langsung menyusun menu gizi seimbang dengan bahan pangan lokal yang murah dan mudah didapat. Kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa investasi pada kesehatan dan gizi anak adalah investasi paling berharga bagi masa depan Kabupaten Konawe yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing. JM
















