“Kami tidak ingin program kerja hanya menjadi dokumen mati. Setiap agenda harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Konawe,”
Konawe, PERSADA KITA.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, langsung tancap gas di awal tahun 2026 dengan menggelar rapat internal tertutup bersama jajaran Sekretariat DPRD, Rabu (7/1/2026). Rapat yang berlangsung lebih dari empat jam itu tidak hanya bertujuan mematangkan program kerja tahun 2026, tetapi juga menjadi ajang evaluasi telak kinerja anggota dewan dan staf sekretariat, dengan tekanan khusus pada Bagian Protokol dan Persidangan yang dinilai belum maksimal sepanjang 2025.
Suasana ruang rapat utama DPRD Konawe Rabu pagi terasa berbeda. Sejak pukul 09.00 WITA, seluruh pimpinan dewan, anggota, dan jajaran Sekretariat DPRD telah duduk rapi membentuk formasi lingkaran besar. Rapat internal perdana di tahun 2026 itu dibuka langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, S.Pd., M.M., tanpa sambutan panjang, langsung masuk ke inti agenda: pemantapan program kerja dan evaluasi kinerja.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat yang digelar secara tertutup untuk umum itu dihadiri oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) Konawe, Sumanti, S.Sos., M.AP., beserta seluruh kepala bagian, kasubag, dan staf administrasi. Kehadiran Sekwan beserta jajaran penuh menjadi sinyal penting bahwa DPRD Konawe tidak ingin ada lagi miskomunikasi antara kebutuhan politis legislatif dengan dukungan administratif sekretariat sepanjang tahun 2026.

Dalam sambutan awalnya, I Made Asmaya menegaskan bahwa rapat internal ini bukan sekadar formalitas awal tahun. Ia menyebut tahun 2026 sebagai tahun konsolidasi dan eksekusi program kerja yang telah disusun bersama dengan eksekutif. “Kami tidak ingin program kerja hanya menjadi dokumen mati. Setiap agenda harus berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Konawe,” ujar Made Asmaya dengan nada tegas.
Lebih lanjut, Made menjelaskan bahwa rapat internal ini memiliki dua misi besar. Pertama, menyempurnakan rancangan program kerja DPRD Konawe tahun 2026 agar lebih responsif terhadap aspirasi rakyat. Kedua, mengevaluasi secara jujur dan terbuka kinerja anggota dewan dan sekretariat sepanjang tahun 2025, termasuk mengidentifikasi titik-titik lemah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Sesi evaluasi kinerja anggota DPRD berlangsung cukup alot. Beberapa pimpinan komisi melaporkan masih adanya tingkat kehadiran anggota rapat yang fluktuatif, terutama pada rapat-rapat pembahasan anggaran dan pansus. Made Asmaya langsung merespons dengan instruksi tegas: “Tahun 2026, tingkat kehadiran rapat paripurna dan komisi menjadi indikator penilaian kinerja. Tidak ada lagi toleransi tanpa alasan medis yang jelas.”
Tidak hanya menyoroti anggota dewan, Ketua DPRD juga secara khusus meminta Sekwan Sumanti untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Bagian Protokol dan Persidangan. Menurutnya, selama tahun 2025, beberapa kali terjadi kesalahan teknis dalam pengelolaan jadwal persidangan, keterlambatan distribusi notulen, hingga ketidaksiapan protokol dalam menerima tamu-tamu penting DPRD.
“Kinerja Bagian Protokol dan Persidangan menjadi perhatian serius dalam rapat ini. Saya minta Ibu Sekwan untuk segera melakukan pembenahan. Jangan sampai administrasi persidangan menjadi penghambat kinerja dewan,” tegas Made Asmaya di hadapan seluruh peserta rapat. Pernyataan ini langsung disambut anggukan dari Sekwan Sumanti yang duduk tidak jauh dari kursi pimpinan.

Sekwan Konawe, Sumanti, dalam kesempatan yang sama mengakui bahwa masih ada sejumlah kelemahan teknis di bagian yang dipimpinnya. Ia berjanji akan segera melakukan audit internal sederhana terhadap prosedur kerja Bagian Protokol dan Persidangan, termasuk mengevaluasi disiplin waktu dan ketelitian staf dalam menyusun risalah rapat. “Kami akan perbaiki secara bertahap. Targetnya, mulai Februari 2026, seluruh layanan persidangan sudah lebih profesional,” ujar Sumanti.
Rapat internal itu juga membahas penyusunan dan sinkronisasi agenda kerja tahunan. Beberapa program prioritas yang dimatangkan antara lain: kunjungan kerja komisi ke daerah-daerah penghasil komoditas unggulan, peningkatan kapasitas anggota dewan melalui bimbingan teknis legislasi, serta agenda reses yang lebih terstruktur dengan waktu penyerapan aspirasi yang lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, salah satu poin krusial yang muncul dalam pembahasan adalah rencana evaluasi terhadap Peraturan Tata Tertib DPRD Konawe. Beberapa pimpinan fraksi mengusulkan agar ada penyesuaian terhadap pasal-pasal yang mengatur tentang mekanisme pengambilan keputusan dalam rapat paripurna, terutama terkait kuorum dan prosedur interupsi. Usulan ini langsung dicatat oleh Sekretariat sebagai bahan kajian lebih lanjut.
Made Asmaya menjelaskan bahwa evaluasi tata tertib ini penting sebagai tindak lanjut atas regulasi terbaru dari Kementerian Dalam Negeri serta hasil evaluasi pelaksanaan aturan yang sudah berjalan selama dua tahun terakhir. “Kami tidak menutup kemungkinan ada perubahan tata tertib di tahun 2026. Tentu dengan pembahasan yang matang dan melibatkan semua fraksi,” jelasnya.
Rapat yang semula dijadwalkan hanya dua jam itu akhirnya berlangsung hingga pukul 13.30 WITA. Tidak ada makan siang mewah, hanya kopi dan makan ringan yang disediakan oleh sekretariat. Suasana tetap hangat namun serius. Setiap pimpinan komisi diberi kesempatan menyampaikan catatan kinerja tahun 2025 dan target tahun 2026. Diskusi berjalan dinamis, kadang diselingi candaan ringan untuk mencairkan ketegangan saat membahas kelemahan-kelemahan internal.
Menjelang penutupan, I Made Asmaya kembali menegaskan bahwa seluruh program kerja yang telah dimatangkan dalam rapat internal ini akan segera diformalkan dalam bentuk Keputusan Pimpinan DPRD. Ia juga meminta Sekretariat untuk menyusun jadwal pelaksanaan yang detail, termasuk pembagian tugas pendampingan teknis untuk setiap komisi.
“Kehadiran Sekwan dan jajaran dalam rapat internal pimpinan dan anggota DPRD sangat penting. Ini untuk menyatukan frekuensi antara kebutuhan politis lembaga legislatif dengan dukungan administratif serta fasilitasi teknis dari sekretariat. Jangan sampai ada lagi kejadian di mana anggota dewan sudah siap rapat, tapi notulennya belum ada,” pungkas Made Asmaya sambil menutup rapat dengan pukulan palu kecil.
Sebagai penutup, politisi PDI Perjuangan itu juga berpesan kepada seluruh anggota dewan dan staf sekretariat untuk menjaga semangat kebersamaan. Menurutnya, hanya dengan kerja sama yang solid antara unsur pimpinan, anggota, dan sekretariat, DPRD Konawe bisa membuktikan diri sebagai lembaga legislatif yang benar-benar berpihak pada rakyat. “Mari kita buktikan di tahun 2026 ini. Rakyat Konawe sedang menilai kita,” tutupnya. JM
















