“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bapak dan ibu kepala desa se-Kabupaten Konawe. Kontribusi dan dedikasi Anda dalam membangun desa masing-masing adalah fondasi utama dari kemajuan Kabupaten Konawe secara keseluruhan,”
Konawe, PERSADA KITA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe menggelar Apel Bersama Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Lapangan Sepak Bola Desa Puuday, Kamis (15/1/2026). Dalam momentum strategis ini, Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, tak hanya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi tertinggi kepada seluruh Kepala Desa (Kades), tetapi juga melontarkan lima karakteristik kunci yang harus dimiliki para pemimpin desa untuk memacu kemajuan wilayahnya.

Bupati Yusran Akbar secara khusus mengapresiasi kontribusi nyata para Kades sebagai fondasi pembangunan daerah. “Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bapak dan ibu kepala desa se-Kabupaten Konawe. Kontribusi dan dedikasi Anda dalam membangun desa masing-masing adalah fondasi utama dari kemajuan Kabupaten Konawe secara keseluruhan,” ujar Bupati dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, di balik apresiasi, Bupati juga menyoroti tugas berat yang masih harus dituntaskan. Ia mengungkapkan bahwa dari 291 desa di Konawe, belum ada satu pun yang mencapai status desa mandiri. Saat ini, 10 desa masih berstatus tertinggal, 199 desa kategori berkembang, dan 82 desa kategori maju. “Ini menjadi PR kita bersama,” tegasnya.

Oleh karena itu, Yusran Akbar menitipkan lima karakteristik utama yang harus dikembangkan setiap Kades:
1. Visioner: Memiliki gambaran jelas dan terukur tentang wajah pembangunan desanya dalam 5 hingga 10 tahun ke depan.
2. Adaptif: Terbuka terhadap perubahan dan pemanfaatan teknologi, mulai dari alat komunikasi seperti WhatsApp hingga media sosial dan internet untuk pemasaran.
3. Kolaboratif: Mampu melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemuda, ibu-ibu PKK, hingga tokoh agama dengan kearifan lokalnya.
4. Berani Mengambil Risiko Terukur: Berani menjalankan pilot project inovatif, mengevaluasinya, dan mengembangkannya jika berhasil.
5. Out of the Box dan Kreatif: Mencari solusi tidak biasa, seperti mengubah sampah menjadi peluang ekonomi atau mengangkat tradisi lokal menjadi aset budaya dan wisata.

Bupati meyakini, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah kabupaten dan desa, serta penerapan kelima karakter tersebut, cita-cita menjadikan desa sebagai garda terdepan pembangunan—sesuai tema Hari Desa “Bangun Desa Bangun Indonesia, Desa Terdepan untuk Indonesia”—bisa diwujudkan. Apel yang dihadiri Wakil Bupati Syamsul Ibrahim, Sekda Ferdinand Sapan, dan seluruh jajaran Forkopimda ini juga dimeriahkan dengan penyerahan dividen secara simbolis dari BPR Bahteramas Konawe kepada lima perwakilan desa. JM















