Hanya dalam hitungan jam pasca-laporan, tim gabungan turun ke lokasi untuk mendata kerusakan parah yang melanda 40 rumah warga dan 12 unit kapal nelayan—dua di antaranya dikabarkan karam. Gerak cepat ini menjadi penanda penting dalam upaya meredam trauma mendalam yang ditinggalkan bencana bagi masyarakat pesisir, sekaligus mengembalikan keyakinan atas perlindungan negara di saat paling kritis.
Konawe, PERSADA KITA.ID – Tanggp darurat dalam momen kritis pasca-bencana, kecepatan respons menjadi penentu pemulihan. Prinsip itu dipegang teguh oleh Pemerintah Kabupaten Konawe saat angin puting beliung menghantam Desa Saponda Laut, Kecamatan Soropia, pada Minggu malam, 11 Januari 2026. Hanya berselang beberapa jam setelah laporan masyarakat dan kepala desa diterima, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Konawe telah bergerak dengan langkah-langkah konkret untuk meringankan beban warga terdampak.
Bencana yang datang tiba-tiba itu meninggalkan jejak kehancuran yang memprihatinkan. Berdasarkan hasil asesmen cepat tim TAGANA (Taruna Siaga Bencana) Dinsos Konawe, sebanyak 40 rumah warga mengalami kerusakan, baik kategori berat maupun ringan. Sektor perikanan sebagai penopang hidup masyarakat setempat juga tak luput dari amukan angin. 10 unit kapal nelayan mengalami kerusakan, sementara 2 kapal lainnya dilaporkan karam dan hingga saat peliputan belum ditemukan. Kejadian ini tidak hanya merusak harta benda, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis yang mendalam, terutama bagi para nelayan dan keluarga yang langsung merasakan dampaknya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespons situasi darurat ini, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Konawe, Nasrudin, S.H., langsung menginstruksikan jajarannya untuk turun ke lapangan. “Begitu menerima laporan, kami langsung memerintahkan jajaran untuk turun ke lapangan dan melakukan penanganan sesuai prosedur,” tegas Nasrudin. Instruksi tersebut dilaksanakan oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Amos Demi, S.Si., dengan memimpin langsung Tim TAGANA melakukan pendataan dan asesmen di lokasi bencana.

Pada Senin (12/1/2026), bantuan kemanusiaan tahap awal telah disalurkan langsung ke titik terdampak di Pelabuhan Bokori. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, ikan kaleng, gula, teh, minyak goreng, serta kebutuhan sandang berupa selimut, sandal, dan pakaian layak pakai. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Amos Demi kepada Kepala Desa Saponda Laut, Taris, HU., yang mewakili warga terdampak.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Dinas Sosial Konawe yang dengan cepat turun tangan membantu masyarakat kami yang terdampak bencana. Respons yang cepat ini sangat meringankan beban dan memberikan harapan bagi kami untuk bangkit,” ungkap Taris, HU., dengan penuh haru.
Langkah cepat Dinsos Konawe ini bukan sekadar ritual penyaluran bantuan, tetapi merupakan manifestasi dari komitmen Pemerintah Kabupaten Konawe untuk hadir di tengah masyarakat pada saat-saat paling sulit. Kehadiran negara di titik terdampak bencana menjadi modal sosial yang penting untuk memulihkan kepercayaan dan mempercepat proses rehabilitasi, baik fisik maupun psikologis, bagi warga Saponda Laut. Pemerintah berjanji untuk terus memantau perkembangan dan memastikan kebutuhan dasar korban bencana terpenuhi hingga pemulihan total. JM















