Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST., secara resmi melantik 120 pejabat di lingkup pemerintah Kabupaten Konawe. Pelantikan yang digelar di Aula BKPSDM ini menjadi momen bersejarah sebagai yang pertama dalam periode kepemimpinannya 2025–2030. Dalam sambutan tegasnya, Bupati menyatakan pelantikan ini adalah awal babak baru birokrasi, dengan menekankan bahwa “tidak ada lagi ruang untuk bekerja setengah hati” dalam mewujudkan Konawe Bersahaja.
Konawe, PERSADA KITA.ID– Sebanyak 120 pejabat baru lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe resmi mengemban amanah, setelah dilantik dalam satu upacara khidmat oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST., Senin (22/12/2025). Para pejabat yang dilantik terdiri dari 65 Jabatan Administrator, 47 Jabatan Pengawas, dan 8 Jabatan Fungsional (Kepala Puskesmas).

Pelantikan dan pengucapan sumpah/janji jabatan yang digelar di Aula BKPSDM ini bukan sekadar seremoni rutin. Bupati Yusran Akbar dalam sambutannya menegaskan, peristiwa ini adalah pelantikan pertama pada masa kepemimpinannya periode 2025–2030, sekaligus titik awal perjalanan besar birokrasi Konawe lima tahun ke depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari ruangan inilah kita memulai babak baru: menata birokrasi, menguatkan pengabdian, dan menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” seru Bupati di hadapan para pejabat, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Forkopimda, Sekda, serta kepala OPD.

Arsitektur “Konawe Bersahaja” dalam Tindakan
Visi besar “Konawe Bersahaja” – yang berarti Berdaya Saing, Sejahtera, Adil, dan Berkelanjutan – menjadi poros arahan Bupati. Beliau menekankan bahwa konsep ini bukan sekadar slogan, melainkan cara berpikir, cara bekerja, dan cara melayan.
“ASN adalah wajah utama Konawe Bersahaja. Visi dan misi daerah tidak akan hidup dalam dokumen, jika tidak Saudara-saudari hidupkan dalam kerja sehari-hari,” tegas Bupati.
Pesan Khusus untuk Tiga Pilar Pejabat
Bupati menyampaikan pesan khusus yang berbeda untuk setiap kelompok pejabat:
1. Untuk Pejabat Struktural dan Pengawas: Diperintahkan untuk menjadi pemimpin yang menggerakkan, bukan sekadar mengatur. Mereka harus membangun tim yang solid, menegakkan disiplin dengan adil, dan menjadi teladan integritas.
2. Untuk Pejabat Fungsional (termasuk 8 Kapus): Bupati meminta mereka bangga dengan keahliannya. “Di tangan Saudara, kualitas pelayanan publik dan kinerja pemerintah daerah dipertaruhkan.” Mereka dituntut meningkatkan kompetensi dan menjadi sumber inovasi.
Kinerja adalah Bahasa Utama, Evaluasi Objektif Menanti
Pesan paling keras dan jelas disampaikan Bupati untuk semua pihak: “Dalam masa kepemimpinan kami ini, kinerja akan menjadi bahasa utama birokrasi Konawe.”
Beliau menjanjikan ruang dan kepercayaan bagi ASN yang bekerja sungguh-sungguh, memberi dampak, dan menjaga nilai-nilai Konawe Bersahaja. Sebaliknya, ASN yang abai terhadap tugas dan tanggung jawab akan dievaluasi secara objektif.
“Tidak ada lagi ruang untuk bekerja setengah hati…!!” tegas Bupati.
Pelantikan ini ditutup dengan harapan besar. Bupati mengajak semua pejabat untuk bergerak bersama, melangkah seirama, membuktikan bahwa Konawe Bersahaja bukan sekadar cita-cita, tetapi kenyataan. Dengan amanah baru ini, birokrasi Konawe diharapkan mampu melayani dengan lebih sungguh-sungguh dan menghadirkan percepatan pembangunan yang inklusif bagi seluruh masyarakat. JM















